Virus Korona Merebak, Harga Minyak Dunia Naik

    Antara - 29 Januari 2020 08:02 WIB
    Virus Korona Merebak, Harga Minyak Dunia Naik
    Ilustrasi. AFP PHOTO/Jonathan NACKSTRAND
    New York: Minyak berjangka naik tipis pada akhir perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), setelah jatuh selama lima hari, mendapatkan dukungan dari rebound di bursa saham Wall Street dan pembicaraan bahwa OPEC dan sekutunya mungkin memperketat pasar di tengah kekhawatiran virus korona dapat menekan permintaan minyak.

    Mengutip Antara, Rabu, 29 Januari 2020, minyak mentah berjangka Brent naik 19 sen atau 0,3 persen menjadi USD59,51 per barel. Sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) naik 34 sen atau 0,6 persen menjadi USD53,48 per barel.

    Saham-saham AS menguat karena kenaikan saham teknologi dan keuangan membantu indeks utama pulih dari aksi jual terbesar mereka dalam waktu sekitar empat bulan, di tengah kekhawatiran atas wabah virus korona dan kemungkinan dampaknya pada pertumbuhan global.

    "Sebagian besar kenaikan pasar minyak hari ini mencerminkan dampak dari rebound yang kuat di pasar ekuiti," kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates di Galena, Illinois, dalam sebuah laporan, seraya mencatat dolar yang kuat juga membatasi antusiasme beli di kompleks energi.

    Dolar AS naik ke level tertinggi sejak awal Desember terhadap sekeranjang mata uang. Harga minyak biasanya dihargai dalam dolar AS sehingga greenback yang lebih kuat membuat minyak mentah lebih mahal untuk pembeli dengan mata uang lainnya.

    Pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), kedua harga acuan minyak turun ke level terendah sejak Oktober dengan Brent jatuh sebanyak 18 persen dan WTI anjlok sebanyak 21 persen dari tertinggi yang dicapai pada awal Januari ketika ketegangan AS-Iran. Kontrak kedua minyak berjangka berada di jalur untuk penurunan bulanan terbesar sejak Mei.

    Pasar juga menunggu laporan persediaan minyak mingguan AS, dengan data dari American Petroleum Institute (API) pada pukul 16.30 waktu setempat diperkirakan menunjukkan kenaikan minyak mentah 500 ribu barel minggu lalu, sementara stok bensin kemungkinan memperpanjang kenaikan mereka ke minggu ke-12 berturut-turut.

    Arab Saudi, pemimpin de-facto Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC), telah berusaha untuk menenangkan kegelisahan pasar, mendesak kehati-hatian terhadap ekspektasi suram tentang dampak virus pada permintaan minyak global.

    Para pejabat OPEC juga mulai mempertimbangkan opsi-opsi seperti memperpanjang pengurangan produksi minyak saat ini hingga setidaknya Juni, dengan kemungkinan pengurangan yang lebih dalam jika permintaan minyak di Tiongkok sangat terpukul oleh virus, kata sumber-sumber OPEC.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id