Kekhawatiran Resesi Global Picu Kenaikan Harga Emas Dunia

    Antara - 15 Agustus 2019 07:33 WIB
    Kekhawatiran Resesi Global Picu Kenaikan Harga Emas Dunia
    Ilustrasi (N’Djamena, Chad/AFP)
    Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange terangkat lebih tinggi pada penutupan perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Kondisi itu terjadi karena indeks acuan di bursa saham New York merosot tajam di tengah meningkatnya kekhawatiran atas kemungkinan resesi global.

    Mengutip Antara, Kamis, 15 Agustus 2019, kontrak emas berjangka paling aktif untuk penyerahan Desember melonjak USD13,70 atau 0,90 persen menjadi USD1.527,80 per ons. Indeks-indeks acuan utama di pasar saham Wall Street tergelincir lebih dari dua persen, karena investor melepas saham berisiko dan beralih ke aset-aset safe haven, seperti emas.

    Jerman, mesin ekonomi di Uni Eropa, baru saja mengumumkan bahwa Produk Domestik Bruto (PDB) negaranya mengalami kontraksi 0,1 persen pada kuartal kedua 2019. Banyak analis mengaitkan penurunan pertumbuhan di Jerman dengan ketegangan perdagangan antara ekonomi-ekonomi utama dunia, karena ekonomi Jerman sangat bergantung pada ekspor.

    Adapun logam mulia lainnya, perak untuk penyerahan September naik 29,5 sen atau 1,74 menjadi US17,28 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober jatuh sebanyak USD11,70 atau 1,36 persen menjadi USD848,00 per ons.

    Di sisi lain, indeks Dow anjlok 800,49 poin atau 3,05 persen menjadi 25.479,42 poin, menandai penurunan harian terbesar tahun ini. Indeks S&P 500 jatuh 85,72 poin atau 2,93 persen, menjadi 2.840,60 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun tajam 3,02 persen atau 242,42 poin menjadi 7.773,94 poin.

    Adapun 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih rendah di sekitar penutupan pasar. Sektor energi jatuh hampir empat persen dan memimpin kerugian. Sektor keuangan juga berada di antara yang berkinerja terburuk, anjlok sekitar 3,4 persen, karena saham-saham bank utama sensitif terhadap suku bunga dan memperpanjang kerugian mereka.

    Pelemahan yang terjadi termasuk Bank of America, Citigroup, dan JP Morgan. Saham Macy's anjlok lebih dari 13,2 persen, setelah jaringan toko serba ada AS itu melaporkan laba kuartal kedua di bawah perkiraan pasar. Pengecer ini juga mengurangi prospek laba untuk setahun penuh sebesar 20 sen.

    Pasar obligasi memancarkan sinyal mengkhawatirkan atas resesi yang membayangi pada Rabu 14 Agustus, karena imbal hasil dari surat utang Pemerintah AS bertenor 10 tahun jatuh di bawah imbal hasil surat utang bertenor dua tahun, menandai untuk pertama kalinya dalam 12 tahun.

    Selisih yang dibentuk disebut kurva imbal hasil terbalik, secara luas dianggap sebagai pertanda dari resesi ekonomi masa depan. Diakui bahwa resesi biasanya tiba dalam 18 hingga 24 bulan setelah kurva imbal hasil terbalik. Imbal hasil dari surat utang pemerintah jangka panjang dan jangka pendek Amerika Serikat, semua mundur kembali pada Rabu 14 Agustus.

    Kegelisahan pasar mendorong imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 30 tahun mencapai titik terendah sepanjang masa, sedikit di atas dua persen, memicu kepanikan terhadap kesehatan ekonomi Amerika Serikat dan ekonomi global. Indeks Volatilitas CBOE, yang secara luas dianggap sebagai pengukur ketakutan terbaik di pasar saham, melonjak 26,14 persen.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id