Malaysia Bidik Defisit Anggaran 3,2% di 2020

    Ade Hapsari Lestarini - 12 Oktober 2019 12:22 WIB
    Malaysia Bidik Defisit Anggaran 3,2% di 2020
    Ilustrasi ikon Malaysia, Gedung Petronas. FOTO: AFP.
    Kuala Lumpur: Malaysia menetapkan target defisit tahun depan menjadi 3,2 persen dari produk domestik bruto (PDB).

    Angka tersebut ditetapkan karena Malaysia akan mengalokasikan suntikan tambahan 0,2 persen dari PDB untuk meningkatkan perekonomian, demikian laporan prospek fiskal Malaysia.

    Melansir Xinhua, Sabtu, 12 Oktober 2019, target defisit sedikit lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yakni tiga persen. Pemerintah Malaysia memutuskan untuk memperkuat kegiatan ekonomi domestik sebagai langkah pre-emptive dalam memberikan dukungan ke perekonomian.

    Kementerian Keuangan Malaysia melaporkan pemerintah juga mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi, mengingat ramalan pertumbuhan global yang lebih lambat.

    Menurut laporan itu, alokasi anggaran akan dilakukan melalui pengeluaran pembangunan dalam merevitalisasi investasi publik, yang utamanya disalurkan untuk mempercepat pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur.

    Secara keseluruhan, pendapatan pemerintah diperkirakan akan turun 7,1 persen secara year on year menjadi 244,5 miliar ringgit (sekitar USD58,42 miliar) pada 2020.

    Total pengeluaran juga diperkirakan lebih rendah pada 297 miliar ringgit, di mana pengeluaran operasional dan pengeluaran pembangunan masing-masing mencapai 241 miliar ringgit dan 56 miliar ringgit.

    Sedangkan untuk 2019, defisit fiskal pemerintah diperkirakan akan tetap di 3,4 persen dari PDB seperti yang ditargetkan semula.

    Total pendapatan pemerintah tahun ini diperkirakan akan meningkat 1,5 miliar ringgit menjadi 263,3 miliar ringgit dibandingkan dengan perkiraan semula. Total pengeluarannya juga diproyeksikan naik 1,4 miliar ringgit menjadi 316 miliar ringgit, dibandingkan dengan perkiraan sebelumnya.

    Tercatat bahwa utang sektor publik per Juni meningkat menjadi 1,1 triliun ringgit atau 76,2 persen dari PDB karena utang pemerintah yang lebih tinggi untuk membiayai defisit fiskal. Utang luar negeri juga naik menjadi 931,1 miliar ringgit atau 61,3 persen dari PDB.

    Namun, pemerintah menekankan bahwa mereka tetap berada di jalur konsolidasi, karena defisit fiskal diantisipasi lebih rencah ke rata-rata 2,8 persen dalam jangka menengah (2020-2022).

    Selain itu juga diumumkan beberapa inisiatif reformasi untuk memperkuat administrasi fiskal sebagai komitmen pemerintah dalam memperkuat keuangan publik melalui peningkatan disiplin fiskal, efektivitas belanja, dan transparansi.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id