Kebijakan Fiskal Harus Fasilitasi Transisi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok

    Angga Bratadharma - 13 April 2019 13:01 WIB
    Kebijakan Fiskal Harus Fasilitasi Transisi Pertumbuhan Ekonomi Tiongkok
    Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)
    Washington: Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menyebutkan ketika Tiongkok membuat transisinya ke model pertumbuhan baru yang mengutamakan kualitas pertumbuhan maka kebijakan fiskal harus sebanyak mungkin memfasilitasi transisi tersebut. Bahkan, harus pula memiliki pandangan jangka panjang.

    "Transformasi kebijakan fiskal Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir adalah benar-benar luar biasa," kata Direktur Departemen Urusan Keuangan IMF Vitor Gaspar, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 13 April 2019, di mana ia menyoroti perkembangan luar biasa pada kebijakan pajak dan sistem anggaran.

    Dalam konteks krisis keuangan global, Gaspar menambahkan, Tiongkok menggunakan stimulus fiskal yang membantu mempertahankan pertumbuhannya dan berkontribusi pada kemakmuran ekonomi global. Ketika kredit naik, Tiongkok telah secara tepat menekankan perlunya memastikan stabilitas keuangan dan memperlambat kredit.

    "Analisis IMF menunjukkan bahwa de-leveraging sedang mengalami kemajuan dengan kecepatan yang baik di Tiongkok," kata Gaspar.

    Namun, dalam beberapa tahun terakhir banyak hal menjadi lebih rumit karena adanya tantangan yang berkaitan dengan transisi dalam model pertumbuhan. Kondisi itu bukan tidak mungkin menuntut penyesuaian dalam kebijakan fiskal.

    Gaspar menyarankan Tiongkok meningkatkan transparansi fiskal, memanfaatkan kebijakan fiskal untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif, dan memperkuat ketahanan keuangan pemerintah tingkat daerah.

    Dalam Monitor Fiskal dua tahunan yang baru dirilis, IMF mengatakan respons kebijakan harus sesuai anggaran untuk memastikan transparansi dan menghindari risiko dari pengaruh berlebihan yang ditimbulkan oleh entitas peminjam.

    "Masalah transparansi anggaran telah diidentifikasi di Tiongkok dan kemajuan sedang dibuat, dengan satu contoh adalah ikatan pemerintah daerah Tiongkok," tukasnya.

    Pemerintah daerah mengeluarkan total obligasi sebesar 782,1 miliar yuan (USD117 miliar) pada periode Januari-Februari, menurut Kementerian Keuangan. Tahun lalu, pemerintah daerah menaikkan total 4,17 triliun yuan (USD620 miliar) melalui penerbitan obligasi, turun dari 4,36 triliun yuan pada 2017.

    Mengomentari pemotongan pajak penghasilan pribadi Tiongkok yang baru-baru ini diumumkan, IMF mengatakan dalam Monitor Fiskal bahwa langkah-langkah tersebut akan mendukung konsumsi sementara, dan harus disertai dengan reformasi jangka menengah guna memperluas basis pajak keseluruhan, dan meningkatkan progresivitas sistem pajak.

    "Termasuk memperkenalkan pajak properti berulang," tutupnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id