Hingga Oktober, Produksi Industri Tiongkok Meningkat 5,6%

    Angga Bratadharma - 16 November 2019 15:05 WIB
    Hingga Oktober, Produksi Industri Tiongkok Meningkat 5,6%
    Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER
    Beijing: Biro Statistik Nasional atau National Bureau of Statistics (NBS) menyebutkan produksi industri pertambahan nilai Tiongkok, salah satu indikator ekonomi yang penting, naik sebanyak 5,6 persen secara tahunan (YoY) dalam 10 bulan pertama. Indikator ini diharapkan bisa terus membaik di masa-masa mendatang.

    "Tingkat pertumbuhan itu datar dibandingkan dengan di tiga kuartal pertama tahun ini. Pada Oktober saja, produksi industri naik 4,7 persen atau turun dibandingkan dengan posisi 5,8 persen yang tercatat pada September," ungkap NBS, seperti dikutip dari Xinhua, Sabtu, 16 November 2019.

    Produksi industri Tiongkok yang secara resmi disebut nilai tambah industri digunakan untuk mengukur aktivitas perusahaan besar yang ditunjuk dengan omset bisnis tahunan setidaknya 20 juta yuan (sekitar USD2,9 juta). Terkait kepemilikan, produksi industri dari perusahaan yang dikendalikan negara naik 4,8 persen, dan perusahaan saham gabungan naik 5,4 persen.

    "Dan perusahaan yang didanai di luar negeri meningkat 2,1 persen," sebut NBS.

    Produksi dan pasokan listrik, tenaga panas, gas dan air melaporkan peningkatan 6,6 persen secara tahun ke tahun pada Oktober, tercepat di antara tiga sektor utama, yang juga mencakup pertambangan dan manufaktur. Sedangkan produksi manufaktur naik 4,6 persen YoY, dan produksi pertambangan naik 3,9 persen.

    "Manufaktur berteknologi tinggi memimpin pertumbuhan produksi industri secara keseluruhan dengan kenaikan 8,3 persen pada bulan lalu," ungkap NBS.

    Di sisi lain, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengungkapkan Beijing telah sepakat dengan Washington untuk mencabut tarif perdagangan yang ada secara bertahap. Laporan ini tentu positif karena bisa berdampak terhadap membaiknya pertumbuhan perdagangan dan perekonomian global di masa mendatang.
     
    Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng membenarkan kedua belah pihak telah sepakat untuk secara bersamaan membatalkan beberapa tarif yang ada pada barang satu sama lain. Feng menambahkan AS-Tiongkok sudah lebih dekat dengan apa yang disebut perjanjian perdagangan fase satu setelah negosiasi konstruktif selama dua minggu terakhir.
     
    Satu syarat penting untuk perjanjian perdagangan terbatas, Feng bersikeras, adalah bahwa AS dan Tiongkok harus menghapus jumlah tarif yang sama pada saat yang sama. Adapun harapan baru dari perjanjian perdagangan fase satu mendorong bursa saham AS melakukan reli.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id