Tiongkok Peringatkan Tindakan AS ke Huawei

    18 Mei 2019 17:02 WIB
    Tiongkok Peringatkan Tindakan AS ke Huawei
    Ilustrasi (AFP PHOTO/GREG BAKER)
    Beijing: Pemerintah Tiongkok mengungkapkan tindakan lebih lanjut dari Amerika Serikat (AS) terhadap perusahaan seperti Huawei dapat meningkatkan ketegangan perdagangan antara kedua negara. Tidak ditampik, kekhawatiran perdagangan AS-Tiongkok kembali memanas baru-baru ini yang menyebabkan pasar saham AS lagi-lagi harus rontok.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 18 Mei 2018, Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan status darurat nasional atas ancaman terhadap teknologi Amerika. Departemen Perdagangan AS kemudian mengumumkan penambahan Huawei Technologies dan afiliasinya ke Daftar Entitas Biro Industri dan Keamanan (BIS).
    Sekarang bisnis AS akan membutuhkan lisensi untuk menjual atau mentransfer teknologi ke Huawei. Kondisi itu kemungkinan membuatnya jauh lebih sulit bagi raksasa telekomunikasi Tiongkok untuk melakukan bisnis dengan perusahaan AS. Tentu kondisi ini kian memperburuk hubungan dagang di antara kedua negara.

    "Kami meminta AS untuk menghentikan tindakan lebih lanjut, sehingga perusahaan Tiongkok dapat memiliki lingkungan perdagangan yang lebih normal. Hal itu untuk menghindari peningkatan lebih lanjut dari ketegangan perdagangan AS-Tiongkok," kata Juru Bicara Kementerian Perdagangan Tiongkok Gao Feng dalam bahasa Mandarin selama konferensi pers.

    Dia mengkritik penggunaan keamanan nasional sebagai alat proteksionisme, dan menekankan bahwa operasi perusahaan Tiongkok di luar negeri harus menghormati hukum setempat. Artinya, AS harus menghormati segala peraturan yang sudah ditentukan bersama demi kepentingan banyak pihak.

    Ketegangan perdagangan AS dan Tiongkok berubah negatif dalam dua minggu terakhir, mengecewakan harapan bahwa kedua belah pihak akan segera mencapai kesepakatan. AS menaikkan tarif atas barang-barang Tiongkok senilai USD200 miliar dan Tiongkok membalas dengan menaikkan tarif atas barang-barang AS senilai USD60 miliar yang mulai berlaku 1 Juni.

    Gao mengatakan Beijing belum menerima perincian tentang kunjungan AS ke Tiongkok untuk negosiasi perdagangan lebih lanjut. Meski demikian, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin berencana untuk mengunjungi Beijing dalam waktu dekat, menurut laporan Dow Jones.

    Di sisi lain, ekonomi Tiongkok telah menunjukkan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan setelah adanya pemberian stimulus fiskal dan upaya pengurangan utang di negara itu. Adapun kekhawatiran telah muncul sejalan dengan perang dagang yang terjadi antara Tiongkok dengan AS.

    Pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Tiongkok tercatat di angka 6,4 persen secara tahun ke tahun (YoY) di kuartal pertama tahun ini atau melampaui perkiraan pasar dan setara dengan kuartal sebelumnya. Tentu kondisi semacam ini diharapkan bisa terus membaik di masa-masa mendatang.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id