Harga Emas Dunia Melemah

    Antara - 28 Februari 2020 07:30 WIB
    Harga Emas Dunia Melemah
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    Chicago: Emas berakhir sedikit lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Hal itu karena investor merealisasikan keuntungan setelah harga naik lebih dari satu persen di awal sesi seiring meningkatnya kekhawatiran tentang bagaimana wabah virus korona dapat membahayakan ekonomi global.

    Mengutip Antara, Jumat, 28 Februari 2020, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di bursa Comex kehilangan USD0,6 atau 0,04 persen menjadi ditutup pada USD1,642,5 per ons. Penurunan sesi ketiga berturut-turut, tetapi emas berjangka rebound selama perdagangan elektronik berikutnya karena pasar saham turun tajam.

    Sementara di pasar spot, harga emas naik 0,4 persen menjadi diperdagangkan di USD1.645,59 per ons pada pukul 14.20 waktu setempat (19.20 GMT). Harga telah mundur sejak mencapai puncak tujuh tahun di USD1.688,66 pada Senin waktu setempat.

    "Banyak dari reli baru-baru ini disebabkan oleh arus safe haven yang bisa sangat cepat dan sangat sulit untuk diserap jika sentimen bergeser. Semua orang telah membeli emas dan ingin menjual dan itu menjaga emas dari reli lebih lanjut meskipun faktanya ekuitas terus dijual," kata Ahli Strategi Komoditas TD Securities Daniel Ghali.

    Investor yang melarikan diri dari risiko membuang saham-saham, dengan indeks utama Wall Street anjlok untuk sesi keenam beruntun, sementara imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat mencapai rekor terendah.

    “Tidak ada yang tahu apa dampak (dari Virus korona) nantinya. Ini jelas mengurangi kegiatan ekonomi di banyak bagian dunia," kata Jeffrey Christian, mitra pengelola CPM Group.

    Sebagai tanggapan, bank-bank sentral global akan lebih cenderung mengakomodasi hal-hal dengan suku bunga yang lebih rendah dan meningkatkan pembelian obligasi untuk meningkatkan likuiditas. Mereka akan melakukan apa pun yang mereka butuhkan untuk meminimalkan kerusakan yang disebabkan oleh ini.

    Pasar uang sekarang menetapkan perkiraan pemotongan penuh satu 25 basis poin dalam suku bunga bank sentral AS pada April dan tiga pada Maret 2021. Bank-bank sentral utama lainnya juga diperkirakan akan memangkas suku bunga. Suku bunga yang lebih rendah mengurangi potensi kerugian memegang logam mulia yang tidak memberikan imbal hasil.

    Infeksi virus korona baru di seluruh dunia dalam 24 jam terakhir melampaui infeksi di daratan Tiongkok, untuk pertama kalinya. Vaksin dapat memakan waktu hingga 18 bulan untuk berkembang. Pada Kamis waktu setempat, Tiongkok melaporkan peningkatan kasus virus baru pada 26 Februari dari hari sebelumnya.

    Di antara logam mulia lainnya, paladium naik 1,4 persen pada USD2.828,61, setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di USD2.847,50 per ons di awal sesi. Nornickel, produsen paladium terbesar di dunia, mengatakan mereka memperkirakan defisit di pasar paladium global sebesar 0,9 juta ons pada 2020.

    Platinum turun 0,8 persen menjadi USD903,26, setelah menyentuh level terendah sejak Desember, sementara perak turun 0,7 persen menjadi USD17,76 per ons. Di pasar berjangka, perak untuk pengiriman Mei turun 17,9 sen atau satu persen, menjadi ditutup pada USD17,735 per ons.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id