Harga Minyak Dunia Tergelincir

    Angga Bratadharma - 22 Oktober 2019 08:03 WIB
    Harga Minyak Dunia Tergelincir
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Harga minyak dunia tergelincir pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena pelaku pasar terus khawatir bahwa ekonomi global yang melambat akan membebani permintaan energi. Sementara itu, perang dagang yang masih berlangsung antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok juga terus menekan pasar minyak.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 22 Oktober 2019, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun USD0,47 menjadi menetap di USD53,31 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember turun USD0,46 menjadi ditutup pada USD58,96 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Kedua kontrak minyak mentah patokan berada pada level terendah sejak 8 Oktober, menurut data FactSet. Investor semakin khawatir tentang perlambatan pertumbuhan global dan yakin bahwa ini akan mengurangi permintaan minyak mentah dan semakin menekan harga minyak.

    Analis Energi Commerzbank Research Carsten Fritsch mengungkapkan sentimen suram di pasar minyak tidak mungkin berubah sampai solusi yang meyakinkan ditemukan untuk perselisihan antara Washington dan mitra dagang utamanya. Tentu ada harapan agar perang dagang yang sedang terjadi bisa segera berakhir.

    "Kekhawatiran tentang permintaan, yang bertanggung jawab untuk menjaga harga tetap terjaga, telah kembali meningkat sebagai hasil dari perkiraan terbaru dan komentar dari agensi energi," kata Carsten Fritsch, dalam sebuah catatan.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada Senin waktu setempat (Selasa WIB). Penguatan dapat terjadi karena optimisme di sekitar pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang akhirnya bisa mengangkat sentimen investor.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 57,44 poin atau 0,21 persen menjadi 26.827,64. Sedangkan S&P 500 naik 20,52 poin atau 0,69 persen menjadi 3.006,72. Sementara indeks Komposit Nasdaq naik 73,44 poin atau 0,91 persen menjadi 8.162,99.

    Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He pada akhir pekan mengatakan Tiongkok dan Amerika Serikat telah mencapai kemajuan substansial dalam konsultasi ekonomi dan perdagangan terbaru. Kondisi itu membangun fondasi kuat untuk menandatangani perjanjian secara bertahap.

    Dia mengatakan mencegah perang perdagangan sangat bermanfaat bagi Tiongkok, Amerika Serikat, dan dunia pada umumnya, yang merupakan harapan bersama dari produsen dan konsumen. Pasalnya, perang dagang yang sedang terjadi telah memberikan efek buruk bagi perekonomian dunia.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id