Emas Dunia Merekah

    Angga Bratadharma - 30 November 2019 08:02 WIB
    Emas Dunia Merekah
    Ilustrasi. FOTO: AFP/PATRICK HERTZOG
    Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange ditutup dua digit lebih tinggi pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Hal itu terjadi karena tolok ukur saham Amerika Serikat (AS) turun dan dolar Amerika Serikat (USD) melemah.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 30 November 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari naik sebanyak USD11,90 atau 0,81 persen menjadi ditutup pada USD1.472,70 per ons. Ketika ekuitas jatuh, investor harus mencari aset safe-haven, seperti emas guna melindungi imbal hasil investasinya.

    Emas menemukan dukungan tambahan dari pelemahan USD. Indeks USD, ukuran greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, turun di bawah 98,30 pada Jumat. Jika indeks dolar mundur, itu membuat emas yang dihargakan dalam dolar lebih murah bagi investor yang memegang mata uang lain.

    Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik sebanyak 5,1 sen atau 0,3 persen menjadi ditutup pada USD17,106 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Januari naik sebanyak USD5 atau 0,56 persen, menjadi menetap di USD900,40 per ons.

    Sementara itu, saham-saham di Amerika Serikat berakhir lebih rendah pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), mengakhiri minggu yang pendek akibat adanya liburan dengan catatan negatif. Kondisi itu terjadi karena investor mengamati Black Friday atau awal musim belanja liburan terbaru di AS.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 112,59 poin atau 0,40 persen menjadi 28.051,41. Sementara S&P 500 turun 12,65 poin atau 0,40 persen menjadi 3.140,98. Indeks Komposit Nasdaq turun 39,70 poin atau 0,46 persen menjadi 8.665,47.

    Semua dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan di catatan suram, dengan energi jatuh 1,01 persen di sekitar penutupan pasar, memimpin para pecundang. Saham Walmart naik 0,28 persen, sementara saham Amazon.com turun sekitar 0,97 persen, karena Wall Street terus mencermati gerak saham ritel di tengah musim belanja liburan yang kuat.

    Penjualan belanja online di Black Friday berada di jalur yang tinggi yakni USD7,4 miliar, kata data yang dikutip CNBC dari Adobe Analytics. Pembeli menghabiskan USD4,2 miliar pada Hari Thanksgiving atau naik 14,5 persen dari tahun ke tahun dan mencapai rekor tertinggi, menurut Adobe.

    Pasar saham AS ditutup pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) untuk hari libur nasional, dan ditutup pada pukul 1 malam. EST (1800 GMT) pada Jumat sore. Tiga indeks benchmark berakhir lebih tinggi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor mencerna serangkaian data, termasuk tingkat pertumbuhan AS.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id