Gerak Harga Minyak Dunia Menyusut

    Angga Bratadharma - 30 November 2019 09:03 WIB
    Gerak Harga Minyak Dunia Menyusut
    Ilustrasi. AFP/Mikhail Mordasov
    New York: Harga minyak dunia bergerak turun pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena investor memiliki prospek bearish pada harga minyak mentah di masa depan. Di sisi lain, ketidakpastian perdagangan yang terjadi akibat perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok masih memberikan beban terhadap harga minyak.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 30 November 2019, minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Januari turun sebanyak USD2,94 menjadi menetap di USD55,17 per barel di New York Mercantile Exchange.

    Sementara itu, Perdana Menteri Irak Adel Abdul Mahdi mengajukan akan pengunduran dirinya ke parlemen dalam menanggapi protes anti-pemerintah. Investor percaya pengunduran dirinya dapat menyebabkan berakhirnya protes yang sedang berlangsung di negara itu serta gangguan produksi minyak. Peningkatan produksi minyak di Irak bearish untuk aspek harga.

    Sementara itu, saham-saham di Amerika Serikat berakhir lebih rendah pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), mengakhiri minggu yang pendek akibat adanya liburan dengan catatan negatif. Kondisi itu terjadi karena investor mengamati Black Friday atau awal musim belanja liburan terbaru di AS.

    Indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 112,59 poin atau 0,40 persen menjadi 28.051,41. Sementara S&P 500 turun 12,65 poin atau 0,40 persen menjadi 3.140,98. Indeks Komposit Nasdaq turun 39,70 poin atau 0,46 persen menjadi 8.665,47.

    Semua dari 11 sektor S&P 500 utama diperdagangkan di catatan suram, dengan energi jatuh 1,01 persen di sekitar penutupan pasar, memimpin para pecundang. Saham Walmart naik 0,28 persen, sementara saham Amazon.com turun sekitar 0,97 persen, karena Wall Street terus mencermati gerak saham ritel di tengah musim belanja liburan yang kuat.

    Penjualan belanja online di Black Friday berada di jalur yang tinggi yakni USD7,4 miliar, kata data yang dikutip CNBC dari Adobe Analytics. Pembeli menghabiskan USD4,2 miliar pada Hari Thanksgiving atau naik 14,5 persen dari tahun ke tahun dan mencapai rekor tertinggi, menurut Adobe.

    Pasar saham AS ditutup pada Kamis waktu setempat (Jumat WIB) untuk hari libur nasional, dan ditutup pada pukul 1 malam. EST (1800 GMT) pada Jumat sore. Tiga indeks benchmark berakhir lebih tinggi pada Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena investor mencerna serangkaian data, termasuk tingkat pertumbuhan AS.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id