Gerak Dolar AS Ambruk

10 Januari 2019 09:45 wib
Ilustrasi (FOTO: AFP)
Ilustrasi (FOTO: AFP)

New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) jatuh terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB) menyentuh tingkat terendah baru sejak Oktober tahun lalu, setelah risalah terbaru dari pertemuan kebijakan Federal Reserve AS (Fed) mengisyaratkan berkurangnya pengetatan moneter.

Mengutip Antara, Kamis, 10 Januari 2019, indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,72 persen menjadi 95,2150 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1544 dari USD1,1442 pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,2794 dari USD1,2719 pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia naik ke USD0,7180 dibandingkan dengan USD0,7139. Dolar AS dibeli 108,26 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 108,63 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9750 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9812 franc Swiss, dan jatuh ke 1,3221 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3282 dolar Kanada.

Selain itu, para investor menaruh harapan pada hasil perundingan dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok yang baru saja berakhir. Tidak hanya itu, investor juga tengah memerhatikan langkah selanjutnya dari kebijakan bank sentral Amerika Serikat, the Fed.

"Komite dapat bersabar tentang kebijakan lebih lanjut," kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam risalah pertemuan 18-19 Desember 2018.

Pernyataan itu dibuat ketika FOMC, salah satu unit the Fed yang menentukan tingkat suku bunga dan pertumbuhan uang beredar, percaya bahwa volatilitas baru-baru ini di pasar keuangan dan meningkatnya kekhawatiran tentang pertumbuhan global telah membuat tingkat dan waktu yang tepat dari kebijakan mendatang yang kurang jelas dari sebelumnya.

"Mempertimbangkan status quo pasar keuangan, komite menekankan bahwa pengetatan tambahan dalam jumlah yang relatif terbatas mungkin akan menjadi lebih tepat," kata FOMC dalam pernyataannya.

Langkah-langkah tersebut mengindikasikan bahwa bank sentral AS kemungkinan akan melonggarkan batasannya pada uang yang mengalir di pasar, yang akibatnya akan sedikit mengurangi komparatif greenback. Sentimen investor juga tumbuh positif di tengah harapan hasil yang baik dari perundingan dagang yang baru saja diselesaikan antara AS dan Tiongkok di Beijing.

 


(ABD)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.