Suku Bunga AS Dipangkas Seperempat Poin, Investor Belum Puas

    Angga Bratadharma - 07 September 2019 20:03 WIB
    Suku Bunga AS Dipangkas Seperempat Poin, Investor Belum Puas
    Gedung The Fed. Brendan Smialowski/AFP
    New York: Jika Federal Reserve mengikuti ekspektasi dan memangkas suku bunga acuan sebanyak seperempat poin di akhir bulan ini maka diyakini belum memuaskan para investor. Pasalnya, imbal hasil obligasi Pemerintah Amerika Serikat (AS) masih berada jauh di atas kisaran suku bunga acuan bila dipangkas seperempat poin.

    Pemangkasan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin akan membawa suku bunga AS ke kisaran 1,75-2 persen. Dengan asumsi kurs diperdagangan di sekitar titik tengah maka angka suku bunga acuan AS masih berselisih 30 basis poin di bawah imbal hasil obligasi Pemerintah AS dengan tenor 10 tahun.

    "Jika Fed terus berjalan secara bertahap (untuk memangkas suku bunga acuan yakni hanya seperempat poin), itu tidak akan pernah unggul dari pasar. Fed tidak terlalu strategis dalam pemikirannya. Perlu lebih fokus pada apa yang terjadi secara global," kata Kepala Ekonom Amerika di Natixis Joseph LaVorgna, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 7 September 2019.

    Apa yang sedang terjadi secara global adalah tren kuat menuju suku bunga acuan di angka nol persen dan negatif pada utang negara. Kondisi itu melintas dari zona euro, Jepang, dan di tempat-tempat lainnya. Namun demikian, the Fed justru menolak tren tersebut meski banyak para pejabatnya melihat ada peluang pemangkasan suku bunga menuju kondisi itu.

    Apabila the Fed benar-benar memangkas suku bunga acuan seperempat poin di pertemuan September ini maka menjadi pemotongan kedua yang sudah dilakukan pada pertemuan Juli lalu, yang merupakan yang pertama kali dalam 11 tahun. Namun, keputusan itu sepertinya tidak akan menenangkan Presiden AS Donad Trump.

    "Jika Fed memangkas 25 basis poin, itu adalah peristiwa risk-off untuk ekuitas. Fed perlu berpikir lebih holistik dan melihat lebih jauh di mana tingkat suku bunga acuan global berada," kata LaVorgna, yang menganjurkan pemotongan 75 basis poin di pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal 17-18 September.

    "Mereka harus kembali ke ketergantungan data dan bersungguh-sungguh. Mereka harus pergi lebih banyak (untuk mengambil keputusan memangkas suku bunga acuan lebih besar). Itu sebabnya saya berargumentasi untuk 75 basis poin (suku bunga acuan yang dipangkas oleh the Fed). Itu lah yang akan membatalkan kurva," ucapnya.

    Sebelumnya, pernyataan dari mantan Presiden The Fed New York William Dudley memperkuat fakta bahwa Federal Reserve berada di bawah tekanan politik kuat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Salah satu tekanan yang menekan bank sentral Amerika Serikat itu ialah ketika Presiden AS Donald Trump meminta untuk suku bunga acuan dipangkas.
     
    Tidak dipungkiri, Trump sudah berulang kali meminta agar Federal Reserve memangkas suku bunga acuan dengan cepat dan dalam jumlah yang besar. Kritikan pun sering dilontarkan dan utamanya ditujukan kepada Ketua the Fed Jerome Powell. Bahkan, ancaman pemecatan juga diluncurkan jika suku bunga tidak dipangkas sesuai keinginan Trump.
     
    "Semua yang mereka katakan dan semua yang mereka lakukan akan bisa dilihat. Apa yang saya rasakan dalam beberapa hari terakhir adalah keinginan yang tumbuh di antara para pejabat saat ini dan mantan pejabat Fed untuk melawan," kata Kepala Strategi Global AGF Greg Valliere.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id