Dow Jones Capai Rekor Baru

    Angga Bratadharma - 06 November 2019 08:17 WIB
    Dow Jones Capai Rekor Baru
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup bervariasi pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), dengan Dow Jones mencapai rekor tertinggi baru. Kondisi itu terjadi karena investor mencerna serangkaian data optimistis dan pasar didukung oleh berlanjutnya harapan atas meningkatnya hubungan perdagangan AS-Tiongkok.

    Mengutip Xinhua, Rabu, 6 November 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 30,52 poin atau 0,11 persen menjadi 27.492,63. Sementara S&P 500 turun sebanyak 3,65 poin atau 0,12 persen menjadi 3.074,62. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq naik 1,48 poin atau 0,02 persen menjadi 8.434,68.

    Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 diperdagangkan lebih tinggi menjelang penutupan pasar, dengan sektor energi naik 0,45 persen, memimpin para pemenang. Saham Uber Technologies anjlok 9,85 persen, setelah firma layanan perjalanan itu melaporkan kerugian laba untuk kuartal ketiga dan total perjalanan lebih buruk dari yang diperkirakan.

    Di sisi ekonomi, aktivitas ekonomi di sektor non-manufaktur tumbuh pada Oktober untuk bulan ke-117 berturut-turut, Institute for Supply Management (ISM) mengatakan dalam Laporan Bisnis Pada Bisnis ISM Non-Manufacturing.

    Indeks layanan ISM naik menjadi 54,7 persen bulan lalu, naik dari 52,6 persen pada September. Setiap bacaan di atas 50 mengindikasikan pertumbuhan. Sedangkan defisit perdagangan AS turun menjadi USD52,5 miliar pada September, turun USD2,6 miliar dari Agustus, lapor Biro Sensus AS dan Biro Analisis Ekonomi AS.

    Sementara itu, harga minyak dunia naik pada Selasa waktu setempat (Rabu WIB), didukung oleh prospek permintaan minyak mentah yang membaik karena investor lebih optimistis tentang prospek perdagangan global. Ada harapan agar negosiasi dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok bisa segera mencapai kata sepakat sepenuhnya.

    West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember naik USD0,69 menjadi di USD57,23 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah brent untuk pengiriman Januari naik USD0,83 menjadi USD62,96 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Di sisi lain, Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS) mencatat ekonomi Paman Sam hanya tumbuh 1,9 persen pada kuartal III-2019. Pencapaian itu lebih rendah dibandingkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi dua persen pada kuartal II di tahun ini.
     
    "Pertumbuhan yang lebih lambat dari Produk Domestik Bruto (PDB) pada kuartal ketiga mencerminkan perlambatan dalam pengeluaran konsumsi pribadi dan pengeluaran pemerintah, serta penurunan yang lebih besar dalam investasi tetap non-perumahan," ungkap Departemen Perdagangan AS.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id