AS 'Tampar' Ekonomi Iran dengan Sanksi Baru

    Angga Bratadharma - 11 Januari 2020 08:04 WIB
    AS 'Tampar' Ekonomi Iran dengan Sanksi Baru
    Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin. FOTO: Mandel Ngan/AFP
    Washington: Sekretaris Negara Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengumumkan sanksi baru atas ekspor logam Iran dan terhadap delapan pejabat senior Iran. Hukuman itu dijatuhkan setelah Iran menembakkan rudal ke pasukan AS di Irak sebagai balasan atas serangan udara AS di Baghdad yang menewaskan Qasem Soleimani.

    Setelah serangan rudal, Presiden AS Donald Trump mengatakan AS akan segera menjatuhkan hukuman sanksi ekonomi tambahan pada rezim Iran. "Para pejabat Iran yang ditargetkan untuk dikenakan sanksi baru telah memajukan tujuan destabilisasi rezim," kata Departemen Keuangan AS, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 11 Januari 2020.

    Adapun para pejabat itu termasuk sekretaris dewan keamanan nasional tertinggi Iran dan wakil kepala staf angkatan bersenjata Iran. "Amerika Serikat menargetkan para pejabat senior Iran atas keterlibatan mereka dalam serangan rudal balistik (terhadap pasukan AS di Irak)," kata Mnuchin.

    Selain itu, Menteri Keuangan Mnuchin juga menunjuk 17 produsen logam Iran dan perusahaan pertambangan, bersama dengan entitas yang berbasis di Tiongkok dan Seychelles, untuk dikenakan hukuman lain. Sanksi tersebut adalah langkah terbaru dalam pertukaran agresif antara Iran dan Teheran yang dimulai pada 2018.

    Kondisi itu terjadi ketika Presiden AS Donald Trump secara sepihak menarik diri dari perjanjian internasional 2015 untuk membatasi program nuklir Iran, dan tensi meningkat tajam selama beberapa minggu terakhir. Hal tersebut mau tidak mau membuat hubungan antara AS dengan Iran kian memanas hingga saat ini.

    Adapun keputusan Trump untuk membunuh Jenderal Iran Qasem Soleimani datang setelah para pengunjuk rasa pro-Iran menyerbu kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad. Hal itu terjadi akibat kemarahan para pengunjuk rasa atas serangkaian serangan Amerika sebelumnya yang menewaskan anggota milisi yang didukung Iran.

    Soleimani dituduh atas kematian ratusan orang Amerika, dan Pentagon mengklaim pekan lalu bahwa jenderal yang dibunuh itu secara aktif mengembangkan rencana untuk menyerang para diplomat Amerika di Irak dan di seluruh wilayah. Ancaman itu segera menjadi pembenaran bagi Administrasi AS untuk membunuhnya.

    Menteri Pertahanan AS Mark Esper mengklaim bahwa Soleimani pasti memiliki rencana untuk menyerang AS sebelum ia terbunuh. Tapi sayangnya, Pompeo mengaku, AS belum tahu kapan dan persisnya seperti apa Soleimani menjalankan rencananya tersebut.

    "Kami tidak tahu kapan dan kami tidak tahu persis di mana Soleimani merencanakan untuk menyerang orang Amerika berikutnya.Itu adalah pikiran yang sepenuhnya konsisten. Ini akan terjadi, dan nyawa orang Amerika berisiko," pungkas Pompe, setelah Mnuchin mengumumkan sanksi baru terhadap Iran.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id