Peningkatan Tarif untuk Tiongkok Ganggu Pertumbuhan Ekonomi AS

    Angga Bratadharma - 01 Juni 2019 14:03 WIB
    Peningkatan Tarif untuk Tiongkok Ganggu Pertumbuhan Ekonomi AS
    Ilustrasi (FOTO: AFP)
    Singapura: Menurut perusahaan keuangan Jepang Nomura menaikkan tarif pada semua barang Tiongkok yang memasuki perbatasan Amerika Serikat (AS) kemungkinan akan mengganggu pertumbuhan ekonomi AS. Apalagi, AS telah menunjukkan tanda-tanda perlambatan dalam beberapa bulan terakhir.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 1 Juni 2019, Presiden AS Donald Trump telah mengklaim pada beberapa kesempatan bahwa AS telah mengumpulkan miliaran dolar dalam tarif yang dibayarkan oleh Tiongkok, yang sebagian berkontribusi pada ekonomi Amerika Serikat yang kuat. Meski demikian, para ekonom justru melihat hal yang berbeda dibandingkan dengan Trump.

    Para ahli ekonomi mengatakan bahwa sebenarnya bukan bagaimana tarif yang dikenakan itu bekerja. Kepala Ekonom Nomura Lewis Alexander menilai dampak bersih dari pertarungan perdagangan justru kemungkinan negatif bagi Amerika. Kondisi ini bukan tidak mungkin bakal terus memberikan tekanan terhadap perekonomian AS di masa mendatang.

    Ketegangan antara AS dan Tiongkok meningkat awal bulan ini, ketika Trump mengumumkan kenaikan tarif barang-barang Tiongkok senilai USD200 miliar dari 10 persen menjadi 25 persen. Dia juga mengancam akan menerapkan tarif 25 persen pada impor yang tersisa dari Tiongkok senilai sekitar USD300 miliar.

    Beijing membalas dengan menaikkan pungutan atas produk-produk Amerika senilai USD60 miliar. Alexander mengatakan ada bukti bahwa tarif yang dikumpulkan oleh Pemerintah AS dibayar oleh perusahaan dan konsumen Amerika, bukan oleh orang Tiongkok.

    "Dan sejujurnya, di internet, itu kemungkinan akan menghambat pertumbuhan AS daripada netral," katanya di Nomura Investment Forum Asia di Singapura.

    Pemerintah AS mengumpulkan tarif impor dari perusahaan yang membawa barang, sehingga tarif Trump untuk barang-barang Tiongkok biasanya dibayar oleh importir Amerika. Artinya biaya tarif tersebut dapat diteruskan ke siapa pun dari pabrikan asli di Tiongkok kepada konsumen di toko AS.

    Distribusi biaya pasti dari perang perdagangan saat ini masih belum jelas, tetapi penelitian yang diterbitkan oleh New York Federal Reserve Bank memperkirakan bahwa tarif AS di Tiongkok akan menelan biaya rumah tangga Amerika USD831 per tahun.

    Ia menambahkan hal terbesar yang akan memengaruhi pertumbuhan ekonomi AS dan keputusan oleh Federal Reserve adalah bagaimana perkembangan perdagangan memengaruhi kepercayaan bisnis dan investasi dalam beberapa bulan mendatang.

    "Pertarungan tarif yang berkelanjutan antara AS dan Tiongkok -dua ekonomi terbesar dunia- terjadi pada saat ekonomi Amerika jelas melambat," pungkas Alexander.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id