Pasar Saham AS Ditutup Bervariasi

    Angga Bratadharma - 04 Juni 2019 07:01 WIB
    Pasar Saham AS Ditutup Bervariasi
    Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)
    New York: Pasar saham Amerika Serikat (AS) ditutup beragam pada Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena bom tarif Washington di Meksiko telah membebani pasar. Tidak ditampik, persoalan pengenaan tarif tinggi ini terus memberikan tekanan sehingga pasar saham belum bisa bergerak bebas di zona hijau.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 4 Juni 2019, indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 4,74 poin atau 0,02 persen menjadi 24.819,78. Sedangkan S&P 500 turun 7,61 poin atau 0,28 persen menjadi 2.744,45. Indeks Komposit Nasdaq turun 120,13 poin atau 1,61 persen menjadi 7.333,02.

    Presiden AS Donald Trump mengaku ia akan mengenakan tarif lima persen pada semua barang impor Meksiko mulai 10 Juni sehingga dapat menekan negara itu untuk menghentikan migran tidak berdokumen yang melintasi perbatasan, dan secara bertahap akan meningkatkan tarif sampai masalahnya teratasi.

    Langkah ini telah mendorong para analis untuk menurunkan estimasi pendapatan per saham untuk tahun ini dan memperingatkan resesi ekonomi yang mungkin datang lebih cepat dari perkiraan orang sebelumnya. Tentu kondisi ini perlu diantisipasi sebaik mungkin agar tidak memberikan efek negatif terhadap perekonomian dunia.

    Sementara itu, Nasdaq jatuh ke wilayah koreksi pada hari Senin, dipimpin lebih rendah oleh penurunan tajam di Alfabet dan Facebook. Saham perusahaan induk Google anjlok 6,11 persen pada penutupan setelah Departemen Kehakiman AS dilaporkan menyelidiki perusahaan teknologi tersebut untuk pelanggaran antimonopoli.

    Saham Facebook turun 7,51 persen setelah The Wall Street Journal melaporkan bahwa Federal Trade Commission akan dapat melihat praktik Facebook dan bagaimana pengaruhnya terhadap persaingan digital.

    Di sisi ekonomi, indeks pembelian manajer (PMI) Institute for Supply Management, yang mengukur kinerja sektor manufaktur, turun menjadi 52,1 untuk Mei, lebih rendah dari ekspektasi analis.

    Sementara itu, Veteran Wall Street Byron Wien mengungkapkan pertarungan perdagangan antara Amerika Serikat dengan Tiongkok adalah masalah serius. Akan tetapi konflik yang sedang berlangsung tidak akan menyebabkan resesi atau penurunan tajam dalam pasar saham AS.
     
    Wien, Wakil Ketua Solusi Kekayaan Pribadi Blackstone, mengatakan penurunan S&P 500 lebih dari lima persen bulan ini adalah bagian dari koreksi normal di pasar saham yang masih dalam kondisi cukup baik. Ia tidak mengharapkan pasar beruang, yang biasanya didefinisikan sebagai penurunan 20 persen atau lebih dari puncak pasar baru-baru ini.
     
    "Konflik Tiongkok tentang masalah perdagangan serius, dan saya pikir itu akan diperpanjang. Tapi saya tidak berpikir itu akan menciptakan resesi atau pasar yang buruk," pungkas Wien.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id