Dolar AS Tersungkur

    Antara - 12 Februari 2020 07:23 WIB
    Dolar AS Tersungkur
    Ilustrasi. Foto: AFP.
    New York: Kurs dolar AS mundur dari level tertingginya selama empat bulan terhadap euro pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Selera risiko meningkat setelah reli selama seminggu yang dipicu oleh kekhawatiran atas wabah virus korona.

    Mengutip Antara, Rabu, 12 Februari 2020, indeks S&P 500 dan Nasdaq naik ke level tertinggi baru ketika para investor mempertimbangkan pernyataan penasihat kesehatan Tiongkok bahwa wabah mungkin telah mencapai puncaknya.

    Wabah virus korona di Tiongkok mungkin berakhir pada April, penasihat medis senior negara itu mengatakan, bahkan ketika kematian melampaui 1.000 dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperingatkan ancaman global yang berpotensi lebih buruk daripada terorisme.

    "Ada sedikit keterputusan dengan cara pasar ekuitas telah diperdagangkan dalam beberapa sesi terakhir dan cara pasar valas bergerak, dan saya pikir sampai taraf tertentu kita melihat sedikit peningkatan pada sisi lain valas," kata Bipan Rai, kepala strategi valas Amerika Utara di CIBC Capital Markets di Toronto.

    Kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari virus korona telah menambahkan tawaran keamanan bagi dolar AS dalam beberapa sesi terakhir. Sementara data ekonomi telah mendorong pandangan bahwa prospek ekonomi AS lebih kuat daripada zona euro.

    Dolar juga menguat karena volatilitas rendah di sebagian besar pasar valuta asing telah mendorong investor untuk mencari carry trade --aksi mengambil keuntungan dari perbedaan tingkat suku bunga antar negara--. Mereka meminjam dalam mata uang yang memberikan imbal hasil rendah seperti euro dan franc dan berinvestasi dalam dolar atau mata uang lain yang memberikan imbal hasil tinggi.

    "Salah satu narasi besar yang berlaku saat ini adalah untuk carry trade. Karena volatilitas tampaknya tidak ada di pasar valas, banyak orang menumpuk ke dalam euro jangka pendek ini, beta lama lebih tinggi, dan mata uang suku bunga lebih tinggi," kata Erik Nelson, ahli strategi mata uang di Wells Fargo di New York.

    Euro jatuh ke level serendah 1,0892 dolar pada Selasa, 11 Februari 2020, terendah sejak 1 Oktober, sebelum bangkit kembali ke 1,0923 dolar.

    Ketua Federal Reserve Jerome Powell mengatakan kepada Kongres pada Selasa bahwa ekonomi AS berada di tempat yang baik, bahkan ketika ia mengutip ancaman potensial dari virus korona dan kekhawatiran tentang kesehatan ekonomi jangka panjang.

    Data pada Selasa menunjukkan lowongan pekerjaan di AS turun selama dua bulan berturut-turut pada Desember mencapai level terendah dalam dua tahun, sementara perekrutan pekerja sedikit meningkat, menunjukkan percepatan baru-baru ini dalam pertumbuhan pekerjaan tidak mungkin dipertahankan.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id