Pendapatan Maskapai Global Diprediksi Turun hingga USD5 Miliar Akibat Korona

    Nia Deviyana - 16 Februari 2020 16:12 WIB
    Pendapatan Maskapai Global Diprediksi Turun hingga USD5 Miliar Akibat Korona
    Ilustrasi maskapai. Foto : MI.
    Washington: Imbauan pembatalan penerbangan untuk mencegah wabah virus korona semakin meluas diprediksi bisa menurunkan pendapatan maskapai global. International Civil Aviation Organization  (ICAO) memperkirakan pendapatan maskapai turun menjadi USD5 miliar dari perkiraan sebelumnya di angka USD4 miliar.

    Agensi yang berbasis di Montreal ini memperingatkan bahwa virus korona, yang telah menginfeksi 64 ribh orang di seluruh dunia dan menewaskan sedikitnya 1.380 orang, akan memiliki dampak yang lebih besar pada industri penerbangan dibandingkan yang terjadi saat epidemi SARS pada 2003.

    Melansir Forbes, 16 Februari 2020, ICAO melaporkan bahwa 50 maskapai penerbangan telah secara signifikan mengurangi operasi, dan 70 maskapai lainnya telah sepenuhnya membatalkan penerbangan internasional ke dan dari Tiongkok daratan, menghasilkan pengurangan 80 persen kapasitas maskapai asing untuk pelancong ke dan dari Tiongkok, serta kapasitas 40 persen reduksi oleh maskapai Tiongkok.

    Sementara itu, OAG, perusahaan yang menganalisis jadwal penerbangan global mengatakan virus korona mengakibatkan pengurangan lalu lintas udara internasional yang belum pernah terjadi sebelumnya selama beberapa minggu terakhir, dengan dua pertiga dari penerbangan internasional dari Tiongkok telah dibatalkan.

    Dari semua negara yang mengalami penurunan tajam dalam perjalanan penerbangan, Jepang yang mengalami kerugian paling banyak, yakni 16 persen dari total kapasitas penerbangan internasional dalam beberapa pekan terakhir, menurut OAG.

    Perkiraan ICAO, pada kuartal pertama 2020 Jepang berpotensi kehilangan USD1,29 miliar dalam pendapatan pariwisata karena jatuhnya pelancong dari Tiongkok. Begitu juga dengan Thailand yang bisa kehilangan USD1,15 miliar.

    Sebulan lalu, penerbangan yang keluar masuk Tiongkok menyumbang sekitar 5,2 persen dari semua kapasitas penerbangan internasional. Awal pekan ini, jumlah itu turun menjadi 1,8 persen.

    Apa yang harus diperhatikan?

    Ketika industri penerbangan akhirnya pulih kembali. Sementara maskapai penerbangan global telah mendapat pukulan besar dari virus korona, OAG memperkirakan kapasitas dan permintaan biasanya akan pulih enam bulan setelah puncak darurat, dengan mengambil contoh dari epidemi sebelumnya seperti SARS dan Ebola.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id