Peso Anjlok ke Rekor Terendah, Menkeu Argentina Mundur

    Media Indonesia - 19 Agustus 2019 18:21 WIB
    Peso Anjlok ke Rekor Terendah, Menkeu Argentina Mundur
    Menteri Keuangan (Menkeu) Argentina Nicolas Dujovne. (FOTO: AFP)
    Buenos Aires: Menteri Keuangan (Menkeu) Argentina Nicolas Dujovne mengundurkan diri dari jabatannya pada Sabtu, 17 Agustus waktu setempat, mengakhiri satu minggu kekacauan pasar yang terjadi setelah kekalahan Presiden Mauricio Macri dalam pemungutan suara pendahuluan.

    Hasil dari pemilihan tersebut memberikan aliansi oposisi Front of All yang dipimpin Alberto Fernandez lebih dari 47 persen suara. Sementara itu, koalisi pejawat yang dipimpin Presiden Mauricio Macri hanya memperoleh 32 persen suara.

    Dujovne, yang memimpin negosiasi bailout antara Argentina dan Dana Moneter Internasional tahun lalu, membenarkan pengunduran dirinya dengan mengatakan pemerintah membutuhkan pembaruan signifikan di bidang ekonomi menyusul kekalahan Macri terhadap Alberto Fernandez yang berhaluan kiri pada 10 Agustus 2019.

    "Kami telah membuat kesalahan, tanpa keraguan, kami tidak pernah ragu untuk menyadari hal itu dan melakukan segala yang memungkinkan untuk memperbaikinya," tulis Dujovne dalam surat kepada presiden.

    "Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk melayani di pemerintahan Anda."

    Hernan Lacunza, Menteri Ekonomi untuk Provinsi Buenos Aires, akan menggantikan Dujovne. Pengunduran diri Dujovne pada akhir minggu, setelah peso dan obligasi pemerintah Argentina jatuh ke rekor terendah.

    Fitch, yang menurunkan peringkat kredit Argentina dua tingkat menjadi 'CCC' mengatakan, kekalahan kanan-tengah itu meningkatkan risiko jeda dari strategi kebijakan pemerintahan Mauricio Macri saat ini yang dipandu sebuah program dengan IMF.

    Standar & Poor's menjatuhkan peringkat Argentina satu tingkat dari B menjadi B-.

    Macri meluncurkan beberapa langkah ekonomi pada minggu ini untuk menenangi pemilih, termasuk keringanan pajak dan rencana untuk meningkatkan upah minimum sambil membekukan harga bahan bakar.

    Media lokal telah melaporkan bahwa Dujovne tidak mendukung langkah-langkah tersebut karena mereka dapat melanggar target fiskal yang disepakati IMF dengan imbalan batas kredit USD56 miliar.

    Resesi dan Inflasi

    Masa jabatan Dujovne terganggu kesepakatan IMF yang tidak populer, pemotongan pengeluaran yang signifikan, resesi dan inflasi lebih dari 50 persen. Sementara itu, ekonomi menunjukkan tanda-tanda perbaikan pada Mei dan Juni.

    Lacunza, 50, sejak Desember 2015 menjadi menteri ekonomi untuk Provinsi Buenos Aires, yang terbesar di negara itu dengan lebih dari 16 juta penduduk. Dia merupakan manajer umum dan kepala ekonom di bank sentral antara 2005 dan 2010, setelah itu ia mendirikan Empiria, sebuah perusahaan konsuler ekonomi.

    Lacunza yang merupakan penggemar berat sepak bola mengatakan ingin menjaga saluran terbuka dengan IMF sambil memperhatikan kebutuhan Argentina. Semua itu harus dipikirkan dengan kepala dingin.

    Persoalan-persoalan berat menanti Lacunza sebagai Menteri Ekonomi Argentina yang baru. Inflasi di 'Negeri Tango' diprediksi meningkat setelah mata uang peso jatuh dan meningkatkan harga barang-barang impor. Pengangguran di Argentina pun mencapai angka dua digit.

    Guillermo Nielsen, seorang penasihat ekonomi, mengamini tugas berat yang diemban Lacunza. "Saya sangat menyesal bahwa Hernan Lacunza harus mengurus 'bencana' ini," ujar Guillermo dalam sebuah unggahan di Twitter.

    "Seorang profesional dengan rekam jejak dan integritasnya layak untuk mengurus situasi yang lebih normal." (AFP/Bloomberg)



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id