Jack Ma Tidak akan Pernah Kembali Memimpin Alibaba

    Angga Bratadharma - 22 September 2018 13:02 WIB
    Jack Ma Tidak akan Pernah Kembali Memimpin Alibaba
    Jack Ma (P.Parks/AFP)
    Tianjin: Pendiri Alibaba Jack Ma menegaskan tidak akan kembali menjalankan perusahaan setelah memutuskan pensiun yang direncanakannya tahun depan. Keputusan itu dipegang teguh, meski penggantinya kelak menghadapi kesulitan saat memimpin Alibaba.

    Kendati demikian, Ma mengatakan dirinya akan tetap sering berkomunikasi dengan manajemen perusahaan. "Saya tidak akan kembali, karena saya tidak merasa seperti saya pergi," kata Jack, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 22 September 2018.

    Chief Executive Officer Daniel Zhang akan menggantikan Ma sebagai Chairman. Sampai saatnya tiba, Ma tetap menjadi eksekutif chairman. Dia berencana untuk tetap berada di dewan direksi melalui pertemuan pemegang saham tahunan pada 2020. Jack Ma pun berencana lebih memfokuskan waktunya pada filantropi dan pendidikan.

    Jack Ma menilai ada banyak hal yang ingin dia lakukan, termasuk mengajarkan orang lain bagaimana menjadi sukses dan bersantai menyesap anggur. "Saya tidak ingin mati di kantor," kata Jack Ma.

    Perintis teknologi itu juga mengulangi pernyataan yang telah dia ungkapkan pada awal pekan ini bahwa perusahaan perlu merencanakan strategi terkait adanya ketegangan perdagangan selama 20 tahun antara AS dan Tiongkok. "Apapun yang akan dilakukan AS, kami akan memiliki solusi kami sendiri berdasarkan prinsip kami," kata Ma.

    "Tentu saja Anda berada dalam pandangan yang buruk tetapi itu adalah kasus yang sama untuk pesaing Anda. Anda tidak perlu melakukan banyak hal, tetapi Anda harus melakukan sesuatu yang benar," ungkap Jack Ma.



    Jack Ma kembali menjadi berita utama ketika dia mengatakan kepada kantor berita Tiongkok, Xinhua, bahwa perusahaannya tidak lagi berencana menciptakan satu juta pekerjaan baru di Amerika lantaran telah terjadi sengketa perdagangan antara dua ekonomi terbesar di dunia.

    Jack Ma tidak langsung menanggapi pertanyaan tentang kinerja saham Alibaba, yang telah turun sekitar tujuh persen pada bulan ini di tengah pengumuman pensiunnya. Dia mengaku sudah berbicara dengan CEO Alibaba Zhang setiap hari, tetapi mereka belum membahas mengenai penurunan harga saham sebanyak itu.

    Dia menyamakan Alibaba dengan seorang anak yang dia asuh dan yang sekarang sudah dewasa, kuliah, dan harus menghadapi tes masyarakat sendirian. "Orang tua selalu ada di sana, tetapi anak itu harus mengalaminya sendiri," kata Ma.

    "Saya telah merencanakan dalam 15 tahun ke depan apa anak-anak lain yang akan saya miliki, dan mungkin anak-anak ini lebih muda, serta mereka membutuhkan saya lebih banyak. Di usia 80-an atau 90-an, mungkin saya di pantai, saya mendengarkan radio, dan berita mengatakan bahwa Alibaba sungguh luar biasa, saya akan sangat bahagia," pungkasnya.

     



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id