Fed Tidak Perlu Lagi Pangkas Suku Bunga

    Angga Bratadharma - 19 Oktober 2019 15:04 WIB
    Fed Tidak Perlu Lagi Pangkas Suku Bunga
    Gedung The Fed. FOTO: AFP
    Chicago: Presiden Federal Reserve Chicago Charles Evans mengaku setuju dengan dua pemotongan suku bunga acuan di tahun ini. Bahkan, ia menilai, pemangkasan suku bunga acuan sudah tidak dibutuhkan lagi hingga 2020 sejalan dengan situasi dan kondisi perekonomian Amerika Serikat (AS) dan dunia.

    Dalam sebuah pidato, Evans mengatakan, kebijakan yang diambil the Fed terkait suku bunga acuan sudah tepat mengingat ekonomi sedang melemah tapi tetap dalam kondisi yang baik. "Saya pikir kebijakan mungkin ada di tempat yang baik saat ini," ungkapnya, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 19 Oktober 2019.

    "Semua mengatakan, prospek pertumbuhan baik, dan kami memiliki akomodasi kebijakan untuk mendukung kenaikan inflasi," tambah Evans.

    Namun, Evans mengakui, ada risiko lain yang membuat ketidakpastian tetap menghantui seperti ekonomi global yang melambat dan perang perdagangan AS-Tiongkok. Untungnya, terdapat kemajuan besar terkait negosiasi yang terjadi antara Tiongkok dan AS. Meski demikian, ruang munculnya risiko harus tetap ditekan sedemikian rupa.

    "Kita perlu mengakui bahwa ada batasan untuk kebijakan moneter," kata Evans.

    Sebelumnya, Tiongkok dan Amerika Serikat mencapai kemajuan besar di berbagai bidang setelah mengadakan putaran baru konsultasi ekonomi dan perdagangan tingkat tinggi pada Kamis dan Jumat waktu setempat di Washington.
     
    Konsensus ini penting dicapai antara kepala negara kedua negara. Kedua tim negosiasi telah melakukan diskusi yang jujur, efisien, dan konstruktif tentang masalah ekonomi dan perdagangan yang menjadi perhatian bersama.
     
    Kedua belah pihak pun mencapai kemajuan substansial di beberapa bidang-bidang termasuk pertanian, perlindungan hak kekayaan intelektual, nilai tukar, jasa keuangan, perluasan kerja sama perdagangan, alih teknologi dan penyelesaian sengketa.

    Selain itu, AS dan Tiongkok juga membahas pengaturan pertemuan masalah dagang di masa depan, dan sepakat untuk melakukan upaya bersama sehingga akhirnya mencapai kesepakatan. Adapun delegasi Tiongkok dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He, yang juga anggota Biro Politik Partai Komunis Komite Sentral Tiongkok.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id