Kemilau Emas Dunia Meredup

    Antara - 26 Juli 2019 07:30 WIB
    Kemilau Emas Dunia Meredup
    Ilustrasi (FOTO: AFP)
    Chicago: Emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange lebih rendah pada penutupan perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), melepaskan kenaikan yang diraih sebelumnya karena dolar Amerika Serikat (USD) menguat.

    Mengutip Antara, Jumat, 26 Juli 2019, kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Agustus turun USD8,90 atau 0,63 persen, menjadi ditutup pada USD1.414,70 per ons. Indeks USD, ukuran greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, naik 0,16 persen menjadi 97,88 tak lama sebelum penutupan perdagangan emas.

    Ketika USD menguat maka emas berjangka biasanya jatuh, karena emas yang dihargakan dalam USD menjadi lebih mahal bagi investor yang memegang mata uang lainnya. Sementara itu, imbal hasil obligasi Pemerintah AS bertenor 10 tahun naik menjadi 2,076 persen pada Kamis 25 Juli, menambah tekanan terhadap emas.

    Dalam perkembangan terkait, bank sentral Eropa (ECB) pada Kamis 25 Juli mempertahankan suku bunga utama untuk kawasan euro tidak berubah, tetapi merevisi panduan ke depan untuk membuka pintu bagi kemungkinan pelonggaran kebijakan moneter.

    Langkah ECB menimbulkan kekhawatiran di kalangan investor bahwa Federal Reserve AS juga dapat mengambil pendekatan yang kurang agresif, ketika mereka memutuskan penurunan suku bunga utama minggu depan.

    Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman September turun 21,5 sen atau 1,29 persen menjadi ditutup pada USD16,411 per ons. Sedangkan platinum untuk pengiriman Oktober turun sebanyak USD7,10 atau 0,81 persen menjadi menetap pada USD874,00 per ons.

    Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average turun 128,99 poin atau 0,47 persen, menjadi ditutup di 27.140,98 poin. Indeks S&P 500 berkurang 15,89 poin atau 0,53 persen, menjadi berakhir di 3.003,67 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup 82,96 poin atau 1,00 persen lebih rendah, menjadi 8.238,54 poin.

    Semua dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan energi turun 1,16 persen, merupakan kelompok berkinerja terburuk. Saham Tesla anjlok 13,61 persen setelah pembuat kendaraan listrik AS tersebut memaparkan laporan kerugian yang lebih luas dari perkiraan untuk kuartal sebelumnya.

    Saham Boeing jatuh 3,69 persen, menyusul penurunan 3,12 persen di sesi sebelumnya. Pabrikan pesawat AS ini melaporkan kerugian triwulanan besar pada Rabu 24 Juli. Demikian pula saham Ford Motor tergelincir 7,45 persen karena laba dan prospek yang lebih lemah dari yang diantisipasi.

    Sekitar sepertiga dari perusahaan S&P 500 telah melaporkan laba kuartal kedua sejauh ini. Dari perusahaan-perusahaan itu, 75 persen dari mereka membukukan laba yang lebih baik dari perkiraan, menurut FactSet. Wall Street juga berhati-hati menunggu pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve, yang akan diadakan minggu depan.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id