Trump Pede Empat Minggu Mendatang Negosiasi Dagang Berhasil

    Angga Bratadharma - 18 Mei 2019 14:04 WIB
    Trump <i>Pede</i> Empat Minggu Mendatang Negosiasi Dagang Berhasil
    Ilustrasi (AFP/Johannes EISELE)
    Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memproyeksi tentang berapa lama lagi Washington dan Beijing dapat dikunci dalam negosiasi perdagangan yang panas. Adapun sekarang ini ketegangan kembali meningkat usai Trump mengenakan tarif baru kepada Tiongkok dan aksi tersebut dibalas Tiongkok dengan langkah serupa.

    "Kami akan memberi tahu Anda dalam tiga atau empat minggu jika itu (pembicaraan perdagangan antara AS-Tiongkok) berhasil," kata Trump, di Gedung Putih, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 18 Mei 2019.
    Itu terjadi setelah pembicaraan perdagangan pekan lalu di Washington berakhir tanpa kesepakatan dan sebaliknya membuat Trump mengambil keputusan untuk menaikkan tarif pada produk-produk Tiongkok senilai USD200 miliar dari 10 persen menjadi 25 persen.

    Tiongkok pun membalas aksi serupa. Sekarang, investor mengamati dengan seksama untuk melihat apakah perang perdagangan tumbuh lebih menghukum atau tidak. Apalagi, Kantor Perwakilan Perdagangan AS mengambil langkah-langkah untuk bersiap menampar tarif barang-barang Tiongkok yang bernilai miliaran dolar yang masuk ke AS.

    Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan Tiongkok melanggar kesepakatan dalam pembicaraan perdagangan AS-Tiongkok yang sedang berlangsung. Berbicara pada rapat umum di Florida, Presiden mengaitkan ancamannya baru-baru ini atas kenaikan tarif dengan posisi negosiasi Beijing.
     
    "Ngomong-ngomong, Anda melihat tarif yang kami lakukan? Karena mereka melanggar kesepakatan. Mereka melanggar kesepakatan. Jadi mereka terbang (ke AS), wakil perdana menteri besok terbang -orang baik- tetapi mereka melanggar kesepakatan. Mereka tidak bisa melakukan itu, jadi mereka akan membayarnya," tegas Trump.
     
    Selama akhir pekan lalu, Trump telah mengejutkan pasar saham dengan mengancam di sebuah postingan Twitter bahwa ia akan secara signifikan menaikkan pungutan Amerika atas barang-barang Tiongkok -dengan kenaikan pertama Jumat ini, dan lainnya tak lama lagi.

    Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Tiongkok mengatakan negara tersebut tidak akan pernah menyerah terhadap tekanan luar, setelah Washington memperbarui ancamannya untuk memberlakukan tarif atas semua produk impor Tiongkok dalam sengketa dagang yang semakin panas.
     
    Perang dagang antar-dua negara ekonomi terbesar di dunia itu memanas pada Jumat, dengan AS menaikkan tarif senilai USD200 miliar atas produk impor Tiongkok. Presiden Donald Trump menyebut Beijing melanggar kesepakatan lantaran mengingkari komitmen sebelumnya selama beberapa bulan perundingan.

    Trump memerintahkan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer untuk memulai pemberlakuan tarif atas semua produk impor Tiongkok yang tersisa, langkah yang dapat menambah sekitar USD300 miliar. Sedangkan Beijing bersumpah akan menanggapi tarif terbaru AS, namun belum mengumumkan perinciannya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id