Menlu AS Desak Gubernur Negara Bagian Hati-Hati dengan Tiongkok

    Antara - 09 Februari 2020 19:03 WIB
    Menlu AS Desak Gubernur Negara Bagian Hati-Hati dengan Tiongkok
    Ilustrasi. Foto : AFP.
    Washington: Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mendesak para gubernur negara bagian dari negara AS untuk mengadopsi "pola pikir berhati-hati" ketika terlibat dalam bisnis dengan Tiongkok. Dia mengatakan bahwa Beijing berusaha menggunakan keterbukaan AS untuk melemahkan Amerika Serikat.

    Dalam pidatonya kepada Asosiasi Gubernur Nasional di Washington, Pompeo mengatakan Tiongkok sedang mengejar kebijakan mengeksploitasi kebebasan AS untuk mendapatkan keuntungan atas kita di tingkat federal, tingkat negara bagian dan tingkat lokal.

    "Ketika melakukan bisnis, saya meminta Anda untuk mengadopsi pola pikir yang hati-hati. Dalam kata-kata Presiden Reagan, ketika Anda didekati untuk perkenalan atau koneksi ke suatu kesepakatan, ‘percayalah tapi verifikasi," ujar dia dikutip dari Antara, Minggu, 9 Februari 2020.

    Pompeo, dalam peringatan terakhirnya tentang apa yang dia lihat sebagai niat Beijing, menekankan bahwa persaingan dengan Tiongkok bukan hanya masalah federal.

    "Itu terjadi di negara bagian Anda, dengan konsekuensi bagi kebijakan luar negeri kita dan bagi warga negara yang tinggal di negara bagian Anda dan memengaruhi kapasitas kami untuk melakukan fungsi-fungsi keamanan nasional vital Amerika," katanya.

    "Saya akan terkejut jika sebagian besar dari Anda yang hadir belum dilobi oleh Partai Komunis Tiongkok secara langsung," tambah dia.

    Beijing mengecam komentar Pompeo yang menargetkan Partai Komunis yang berkuasa sebagai serangan setan dan mengatakan segala upaya untuk mencoreng Tiongkok atau menghambat pertumbuhannya pasti akan gagal.

    Pompeo pada Sabtu, 8 Februari 2020 mengatakan organisasi pertemanan Partai Komunis Tiongkok telah dibentuk untuk memperluas pengaruh Tiongkok di Richmond, Minneapolis, Portland, Jupiter, Florida, dan banyak kota lainnya.

    Diplomat-diplomat Tiongkok lanjutnya, telah berusaha untuk mempengaruhi para pejabat terpilih setempat mengenai masalah-masalah seperti Taiwan, yang Beijing anggap sebagai provinsi yang membangkang.

    Dia juga merujuk pada upaya Tiongkok untuk merekrut ilmuwan dan profesor di universitas-universitas di seluruh negeri untuk memperoleh pengetahuan teknologi.

    Dia berbicara setelah penuntut AS bulan lalu mendakwa Charles Lieber, ketua Departemen Kimia dan Biologi Kimia Universitas Harvard, karena berbohong tentang berpartisipasi dalam Thousand Talents Plan China, yang bertujuan untuk menarik spesialis penelitian yang bekerja di luar negeri.

    Bahkan ketika dua ekonomi terbesar di dunia telah mengambil langkah-langkah untuk mendinginkan perang perdagangan yang pahit, mereka tetap berjauhan di banyak bidang dan Pompeo telah menjadi kritikus yang sangat vokal terhadap masalah-masalah mulai dari hak asasi manusia hingga dorongannya untuk mendominasi dalam teknologi telekomunikasi generasi mendatang.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id