Kesepakatan Fase Satu Belum Akhiri Ketegangan Perdagangan Global

    Angga Bratadharma - 14 Desember 2019 13:34 WIB
    Kesepakatan Fase Satu Belum Akhiri Ketegangan Perdagangan Global
    Presiden Tiongkok Xi Jinping (kiri) saat bersama dengan Presiden AS Donald Trump. FOTO: AFP PHOTO/THOMAS PETER
    New York: Berita tentang Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok mencapai kesepakatan perdagangan fase satu menjadi positif karena tidak ada tarif baru dan beberapa tarif yang sudah diberlakukan akan dikurangi. Namun demikian, kesemuanya itu adalah sesuatu yang sudah lama diantisipasi oleh pelaku pasar atau investor.

    Para investor sekarang memperdebatkan dampak pada pendapatan 2020. Bullish mengatakan beberapa masalah pelik mungkin berada di ambang resolusi dan akan cukup untuk mendorong pasar saham ke level tertinggi baru. Bearish mengatakan ketegangan perdagangan tidak akan hilang dan kurangnya pertumbuhan global akan menutup pasar pada 2020.

    Adapun Bullish adalah kecenderungan harga untuk bergerak naik (menguat) secara terus menerus dalam suatu periode waktu tertentu. Kecenderungan pasar bullish itu bisa digunakan untuk menyebut kondisi pasar global secara keseluruhan, suatu sektor bisnis, maupun harga aset finansial tertentu.

    Sedangkan bearish adalah kecenderungan harga untuk bergerak turun (melemah) secara terus menerus dalam suatu periode waktu tertentu. Bearish juga bisa dipakai guna menyebut kondisi pasar global secara keseluruhan; suatu sektor bisnis; maupun harga aset finansial tertentu; serta acap dipakai untuk menyebut sentimen di kalangan trader yang pesimistis.

    Dalam konteks ini, Kepala Investasi Bryn Mawr Trust Jeff Mills menyarankan para pelaku pasar untuk aktif di pasar saham. "Anda berada dalam lingkungan di mana bank sentral global tetap mudah, ada likuiditas yang luar biasa, Anda memiliki sentimen yang lemah, posisinya tidak agresif dan ekonomi tidak mungkin mengalami resesi," katanya.

    "Saya pikir Anda harus berbuat salah di sisi pasar ketika naik versus pasar turun," ungkap Mills, seperti dikutip dari CNBC, Sabtu, 14 Desember 2019.

    Sementara itu, yang lain memperingatkan terhadap euforia tersebut. Direktur Pelaksana, Riset Pasar Global FTSE Russell Alec Young menilai ada beberapa bagian yang hilang dari berita kesepakatan dagang fase satu antara AS-Tiongkok. Menurutnya pasar saham bisa saja tumbang.

    "Yang hilang adalah penghapusan sebagian besar tarif yang ada. Sebagian besar tarif masih berlaku, dan tidak ada bukti bahwa tarif yang ada akan segera dihapus," ucapnya.

    Bagian kedua yang hilang, kata Young, adalah dasar yang jelas dalam pertumbuhan ekonomi global. "Jumlahnya masih lembut, tetapi mereka mengalahkan ekspektasi. Orang-orang mencari lebih banyak berita baik. Kita perlu lebih banyak akselerasi. Kami belum berada pada pertumbuhan ekonomi global," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id