Penjualan iPhone di Tiongkok Diprediksi Merosot Akibat Virus Korona

    Nia Deviyana - 02 Februari 2020 14:00 WIB
    Penjualan iPhone di Tiongkok Diprediksi Merosot Akibat Virus Korona
    Iphone. Foto : AFP.
    Washington: Wedbush Securities mengatakan keputusan Apple untuk menutup toko-tokonya di Tiongkok sementara waktu akibat virus korona dapat menunda penjualan hingga satu juta produk iPhone.

    "Kami berasumsi dengan terbatasnya transportasi di kota-kota besar di seluruh Tiongkok, dan lalu lintas pejalan kaki yang terbatas di Shanghai, Beijing, dan kota-kota lain yang banyak menjual iPhone, penjualan bisa berisiko bergeser dari kuartal Maret ke kuartal Juni jika ini berlanjut hingga akhir Februari," tulis analis Daniel Ives dan Strecker Backe seperti dilansir dari CNBC International, Minggu, 2 Februari 2020.

    Jumlah tersebut, kata Ives dan Backe, mewakili kurang dari tiga persen dari penjualan tahunan iPhone di Tiongkok. Adapun Apple akan menutup tokonya di Tiongkok hingga 9 Februari, menyusul rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

    Apple memiliki eksposur luas ke pasar konsumen Tiongkok dan bergantung pada negara tersebut untuk sebagian besar produksinya. Namun, virus korona tidak berpengaruh pada saham Apple lantaran perusahaan tersebut tidak melakukan pemotongan harga besar-besaran, yang biasa dilakukan sebagai promo Tahun Baru Imlek.

    "Walaupun virus korona menjadi situasi yang menyedihkan bagi investor, untuk saham Apple kami percaya dampak mendasar ini dapat diabaikan, terutama karena tahun ini tidak ada pemotongan harga besar-besaran saat Tahun Baru Imlek di Tiongkok," tulis mereka.

    Pada kuartal terakhir 2019 Apple melaporkan pendapatan sebesar USD91,8 miliar, melebihi dari target. Pertumbuhan sebagian besar didorong penjualan sebesar USD56 miliar.

    Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan vorus korona sebagai darurat kesehatan global pada hari Kamis, merujuk fakta yang menunjukkan wabah terus menyebar ke negara-negara lain dengan sistem kesehatan yang lebih lemah.

    Sementara itu, pemerintah lokal di Tiongkok telah memperpanjang kewajiban penutupan pabrik mulai Tahun Baru Imlek 31 Januari hingga 9 Februari 2020, yang memengaruhi perusahaan AS dari Walmart hingga Tesla.



    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id