• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 23 NOV 2018 - RP 51.179.914.135

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

Tiongkok Pacu Konsesi Dagang dengan AS

06 Desember 2018 10:35 wib
Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Beijing: Tiongkok bertekad mempercepat konsensus perdagangan dengan Amerika Serikat (AS) meski 'Negeri Paman Sam' itu melemparkan sinyal yang sulit ditebak dalam proses peredaman konflik dagang yang mengkhawatirkan pasar global.

Presiden AS Donald Trump ditengarai menebar lebih banyak ambiguitas saat pihaknya membuka pintu negosiasi yang lebih panjang dengan Tiongkok. Hal itu menggambarkan gencatan senjata di antara kedua negara bisa saja melampaui tenggat.

Seperti diketahui, AS dan Tiongkok sepakat melakukan negosiasi selama 90 hari untuk mencapai kesepakatan dan menghindari pemberlakuan tarif yang lebih besar. Untuk mempercepat negosiasi, Kementerian Perdagangan Tiongkok mengungkapkan tim negosiator akan bergerak aktif menjalankan negosiasi selama 90 hari, yakni sesuai jadwal dan pemetaan yang jelas.

Pernyataan itu sekaligus menjadi pengakuan pertama dari publik terhadap Beijing terkait dengan batas waktu gencatan senjata yang sebelumnya diumumkan AS. Selain itu, kementerian tersebut juga mengapresiasi pertemuan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Trump di sela KTT G-20 yang berakhir kondusif.

Menurut pemerintah Tiongkok, mereka optimistis kesepakatan itu dapat dilaksanakan. Kementerian Perdagangan Tiongkok pun berjanji untuk mengusung hal-hal spesifik yang disepakati dengan poin penegasan lebih cepat lebih baik.

Namun, mereka tidak ingin memaparkan perincian lebih lanjut. Pemerintah Tiongkok hanya meng-ungkapkan komitmen mereka untuk mengimpor lebih banyak produk dari AS guna mempersempit kesenjangan neraca perdagangan bilateral.

Di sisi lain, Gedung Putih mengonfirmasi Tiongkok akan membeli produk dari sektor pertanian, energi, dan industri.

Baik Tiongkok maupun AS diketahui akan merundingkan perubahan struktural mengenai perlindung-an kekayaan intelektual, transfer teknologi, intrusi siber, layanan jasa, dan pertanian. Namun, hingga kini, belum jelas perincian yang disepakati serta target besaran nilainya.

Seakan menambah kebingungan publik, Trump sempat memberikan sinyal bahwa negosiasi kedua pihak dapat melampaui batas waktu 90 hari, yakni pada 1 Maret 2019. "Proses negosiasi dengan Tiongkok sudah dimulai," demikian kicauan Trump dalam akun Twitter-nya. (Media Indonesia)

 


(AHL)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.