Harapan Penurunan Suku Bunga Meredup, Wall Street Merosot

    06 Juli 2019 07:02 WIB
    Harapan Penurunan Suku Bunga Meredup, Wall Street Merosot
    Ilustrasi (AFP PHOTO/Bryan R. Smith)
    New York: Saham-saham di Wall Street merosot pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Ini terjadi setelah laporan terbaru tentang lapangan pekerjaan Amerika Serikat yang kuat meredupkan harapan bahwa kebijakan moneter Federal Reserve atau bank sentral AS akan lebih longgar.

    Mengutip Antara, Sabtu, 6 Juli 2019, indeks Dow Jones Industrial Average turun 43,88 poin atau 0,16 persen menjadi 26.922,12. Indeks S&P 500 berkurang 5,41 poin atau 0,18 persen, menjadi 2.990,41. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 8,44 poin atau 0,10 persen lebih rendah menjadi 8.161,79.

    Sebanyak tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih rendah, dengan sektor perawatan kesehatan dan real estat masing-masing turun 0,73 persen dan 0,57 persen, memimpin kerugian. Sedangkan, sektor keuangan ditutup naik 0,38 persen, merupakan kelompok dengan kinerja terbaik.

    Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat menambahkan 224 ribu pekerjaan pada Juni, dan tingkat pengangguran naik tipis menjadi 3,7 persen, Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan. Peningkatan lapangan pekerjaan terutama terjadi di jasa-jasa profesional dan bisnis, perawatan kesehatan, transportasi dan pergudangan, kata biro tersebut.

    Jumlah total pekerjaan non pertanian pada Juni jauh lebih tinggi dari angka revisi pada Mei sebesar 72 ribu, dan lebih tinggi dari perkiraan para ekonom sebesar 165 ribu yang disurvei oleh The Wall Street Journal. Data datang ketika para investor memberi harapan tinggi pada pelonggaran kebijakan moneter oleh bank sentral AS untuk mendorong pertumbuhan.

    Laporan ketenagakerjaan lebih baik dari yang diperkirakan dapat mengaburkan harapan, catat para ahli. "Pertumbuhan lapangan pekerjaan yang kuat pada Juni mengurangi peluang penurunan suku bunga," kata Kepala Ekonom FTN Financial  Chris Low, dalam sebuah catatan.

    "Karena Fed mendefinisikan perlunya penurunan suku bunga dalam hal melambatnya pertumbuhan daripada inflasi yang rendah, pemotongan pada akhir bulan ini tampaknya tidak mungkin kecuali ada pelemahan signifikan dalam indikator konsumen," tambahnya.

    Selama pertemuan kebijakan moneter Juni, the Fed membiarkan suku bunga tidak berubah dan menyatakan bahwa pihaknya akan memantau dengan seksama implikasi informasi yang masuk untuk prospek ekonomi dan akan bertindak sewajarnya untuk mempertahankan ekspansi.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id