AS Terus Kejar Kesepakatan Dagang dengan Tiongkok

    Angga Bratadharma - 26 Oktober 2019 11:03 WIB
    AS Terus Kejar Kesepakatan Dagang dengan Tiongkok
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Penasihat perdagangan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, Peter Navarro, dilaporkan tengah memperjuangkan kesepakatan dagang di belakang layar antara AS dengan Tiongkok. Hal itu dilakukan ketika para negosiator berupaya menyempurnakan kesepakatan perdagangan "Fase Satu".

    Adapun kesepakatan dagang "Fase Satu" diperkirakan ditandatangani oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping pada bulan depan. Navarro telah mengambil masalah khusus dengan perlindungan tertentu untuk properti intelektual dan teknologi terkait kesepakatan yang muncul dalam versi sebelumnya, menurut tiga sumber.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 26 Oktober 2019, ketiga sumber tersebut telah secara teratur berhubungan dengan Trump dan pemerintahan. Dilaporkan Navarro sudah mendesak Trump untuk memaksa Tiongkok berkomitmen kembali pada janji-janji sebelumnya tentang perlindungan IP atau meninggalkan perjanjian.

    Sejauh ini, upaya Navarro tidak berhasil. "Dia gelisah untuk mendorong garis yang lebih keras sejak kesepakatan parsial diumumkan. Tapi dia sendirian dalam hal ini," kata seorang mantan pejabat administrasi.

    Sementara itu, Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin melanjutkan pembicaraan di tingkat utama dengan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He. Mereka membuat kemajuan pada isu-isu spesifik dan kedua belah pihak hampir menyelesaikan beberapa bagian dari perjanjian.

    Menurut pembacaan yang disediakan oleh Perwakilan Dagang Amerika Serikat diskusi akan berlangsung terus-menerus di tingkat wakil, dan para pimpinan tinggi akan memiliki panggilan lain dalam waktu dekat. Tentu ada harapan agar kesepakatan dagang bisa segera tercapai dan menghentikan perang dagang yang masih berkecamuk.

    Di sisi lain, Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkapkan perang dagang antara Amerika Serikat dan Tiongkok akan memangkas pertumbuhan global 2019 ke laju paling lambat sejak krisis keuangan 2008-2009. Bahkan prospek pertumbuhan dapat menjadi jauh lebih gelap jika ketegangan perdagangan tetap tidak terselesaikan.
     
    Dalam proyeksi Outlook Ekonomi Dunia terbarunya, IMF memperkirakan, pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) di 2019 hanya sebesar 3,0 persen atau turun dari 3,2 persen dalam perkiraan Juli. Pemangkasan terjadi sebagian besar karena meningkatnya dampak dari gesekan perdagangan global.
     
    Perkiraan tersebut menjadi latar belakang yang suram yang menghiasi pertemuan tahunan IMF dan Bank Dunia minggu ini di Washington, dengan Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva mewarisi sejumlah masalah. Masalah itu mulai dari stagnasi perdagangan hingga reaksi politik di beberapa negara pasar berkembang.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id