Tiongkok Sebut Capai Kesepakatan Prinsip dengan AS

    Angga Bratadharma - 02 November 2019 11:30 WIB
    Tiongkok Sebut Capai Kesepakatan Prinsip dengan AS
    Ilustrasi. AFP PHOTO/GREG BAKER
    Beijing: Pemerintah Tiongkok mengaku telah mencapai konsensus secara prinsip dengan Amerika Serikat (AS) setelah melakukan panggilan telepon di antara negosiator perdagangan tingkat tinggi di minggu ini. Adapun banyak pihak berharap AS-Tiongkok bisa segera mencapai kata sepakat guna menghentikan perang dagang yang kian memanas.

    Mengutip CNBC, Sabtu, 2 November 2019, Kementerian Perdagangan Tiongkok menyatakan Wakil Perdana Menteri Tiongkok Liu He melakukan panggilan telepon dengan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin pada Jumat. Dikatakan kedua belah pihak melakukan diskusi serius dan konstruktif pada poin perdagangan inti.

    Tidak hanya itu, pihak-pihak tersebut berbicara tentang pengaturan untuk putaran pembicaraan berikutnya. Sedangkan Gedung Putih mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa perwakilan perdagangan membuat kemajuan di berbagai bidang dan sedang dalam proses menyelesaikan masalah-masalah luar biasa. Diskusi akan berlanjut di tingkat wakil.

    Bulan lalu, AS dan Tiongkok melakukan gencatan senjata dan mulai bekerja merampungkan perjanjian perdagangan fase satu yang mencakup jeda dalam peningkatan tarif. Selain itu, termasuk langkah Tiongkok untuk membeli produk pertanian AS. Presiden AS Donald Trump mengatakan lokasi baru untuk menandatangani kesepakatan terbatas akan diumumkan segera.

    Di sisi lain, Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Tiongkok dapat terkoreksi lebih lanjut pada 2020, sejalan dengan adanya katalis negatif seperti perang dagang. Kondisi itu terjadi meski ekonomi global kemungkinan meningkat.
     
    Dalam laporan World Economic Outlook, IMF mengatakan ekonomi Tiongkok hanya tumbuh 5,8 persen pada 2020 atau lebih lambat dari perkiraan 6,1 persen untuk 2019. Sedangkan ekonomi Tiongkok tumbuh 6,6 persen pada tahun lalu. Tentu perlambatan ini patut diwaspadai agar tidak memberikan efek negatif.
     
    "Ekonomi Tiongkok melambat, yang telah melanjutkan tren pelambatan sebelumnya, yang dimulai beberapa tahun lalu," kata Wakil Direktur Pelaksana IMF Tao Zhang.

    "Dalam beberapa tahun terakhir, apa yang terjadi di dunia kami memiliki ketegangan perdagangan, kami memiliki kekuatan geopolitik lainnya, dan kami memiliki semua ketidakpastian di seluruh dunia. Ini menambah tekanan penurunan lebih lanjut pada ekonomi Tiongkok," pungkasnya.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id