IMF: Obligasi Tiongkok Berperan ke Ekonomi Dunia

    Ade Hapsari Lestarini - 18 Maret 2019 07:18 WIB
    IMF: Obligasi Tiongkok Berperan ke Ekonomi Dunia
    Ilustrasi. (FOTO: AFP)
    Washington: Pasar obligasi Tiongkok, yang merupakan terbesar ketiga di dunia, memiliki peran tertentu dalam integrasi keuangan negara yang lebih besar ke dalam ekonomi global, kata seorang pejabat Dana Moneter Internasional (IMF).

    "Tahun lalu Tiongkok merayakan ulang tahun reformasi dan keterbukaannya ke 40, yang berkontribusi pada perdagangan dan integrasi produk Tiongkok," kata perwakilan residen senior IMF untuk Tiongkok, Alfred Schipke, seperti dilansir dari Xinhua, Senin, 18 Maret 2019.
    "Tetapi jika Anda melihat masa depan, pandangan kami bahwa integrasi sektor keuangan Tiongkok dengan dunia dan pasar obligasi akan memainkan peran tertentu di masa depan," kata Schipke kepada Xinhua dalam sebuah wawancara baru-baru ini.

    Mulai bulan depan, Tiongkok akan dimasukkan dalam indeks obligasi global Bloomberg Barclays dan itu merupakan tonggak bagi integrasi sektor keuangan Tiongkok secara global.

    Obligasi yang diterbitkan oleh Pemerintah Tiongkok dan kebijakan bank akan dimasukkan dalam Bloomberg Barclays Global Aggregate Bond Index yang dimulai pada April, dengan periode fase 20 bulan, Bloomberg mengonfirmasi pada akhir Januari.

    Setelah dimasukkan dalam daftar itu, obligasi Tiongkok dengan renminbi (RMB) akan menjadi komponen mata uang terbesar keempat, mengikuti dolar AS, euro, dan yen Jepang.

    "Ini secara efektif akan lebih banyak pembelian obligasi Tiongkok oleh investor asing dan memberikan peluang investor global untuk mendiversifikasi aset mereka," kata Schipke.

    Dia menambakan hal ini juga mensyaratkan bahwa pembuat kebijakan dan investor, baik di Tiongkok dan luar negeri, memiliki pemahaman yang lebih baik tentang struktur pasar obligasi Tiongkok dan karakteristik uniknya.

    Pasar obligasi Tiongkok mencapai sekitar 86 triliun yuan (USD12,84 triliun) pada akhir 2018, dengan sekitar 1,8 triliun yuan (USD260 miliar) yang dipegang oleh investor global, naik 46 persen secara year on year (yoy), demikian berdasarkan data resmi Tiongkok.

    Schipke mencatat bahwa dimasukkannya RMB dalam keranjang Special Drawing Rights (SDR) IMF pada 2016 dikaitkan dengan peningkatan operasional di pasar obligasi Tiongkok, yang telah memicu lonjakan minat investor global.

    "Lebih banyak bank sentral asing yang telah membeli obligasi RMB sebagai bagian dari cadangan mereka. Kepemilikan cadangan RMB oleh bank sentral asing telah naik sekitar 100 persen sejak 2016," tambahnya.

    Mengutip "co-movement" dari RMB dengan mata uang lainnya di dunia, Schipke mengatakan sistem moneter internasional mungkin bergerak bipolar menjauh dari dolar AS dan blok euro ke sistem tripolar.

    "Itu mungkin berarti bahwa akan ada permintaan tambahan untuk obligasi RMB," katanya.

    Inisiatif Belt and Road (BRI) yang diusulkan Tiongkok juga kemungkinan akan meningkatkan transaksi di pasar obligasi negara itu, menurut pejabat IMF.

    Schipke menambahkan telah ada peningkatan permintaan penerbitan obligasi RMB di pasar lepas pantai Tiongkok dan pasar darat untuk membiayai proyek-proyek BRI.

    Menurutnya, pengembangan lebih lanjut dari pasar obligasi Tiongkok akan dikaitkan dengan keberhasilan pelaksanaan reformasi pendukung dan penguatan kerangka kerja kebijakan, termasuk meningkatkan tata kelola perusahaan dan membina komunikasi.

    "Karena investor adalah individu yang membuat keputusan berdasarkan informasi, semakin baik pemerintah berkomunikasi tentang kebijakannya, itu mengurangi volatilitas," jelasnya.

    "PBC (People's Bank of China) sekitar setahun terakhir telah melakukan upaya untuk memperkuat komunikasinya dengan mengadakan lebih banyak konferensi pers, dan itu diterima dengan sangat baik oleh pasar internasional dan apa yang juga membantu pengembangan pasar obligasi," tambah pejabat IMF.

    Menurut laporan kerja pemerintah yang disampaikan pekan lalu, Tiongkok akan menerapkan reformasi dan langkah-langkah pembukaan di sektor keuangan dan meningkatkan kebijakan pembukaan pasar obligasi.

    Pembukaan lebih lanjut dari pasar obligasi Tiongkok akan membawa manfaat yang signifikan bagi negara dan dunia, karena akan lebih baik melayani pertumbuhan ekonomi riil, memfasilitasi diversifikasi, mempromosikan internasionalisasi RMB, dan menyediakan pembiayaan yang stabil untuk proyek-proyek BRI, tutur para ahli di forum buku tentang masa depan pasar obligasi Tiongkok.



    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id