comscore

AS dan Inggris Kompak Hentikan Impor Minyak dari Rusia

Angga Bratadharma - 09 Maret 2022 14:04 WIB
AS dan Inggris Kompak Hentikan Impor Minyak dari Rusia
Ilustrasi. FOTO: FREDERIC J. BROWN/AFP
Washington: Amerika Serikat (AS) dan Inggris memutuskan untuk memotong impor energi dari Rusia. Selain itu, perusahaan multinasional Shell dan BP berencana menghentikan pembelian minyak dan gas baru dengan alasan Moskow melakukan invasi ke Ukraina.

Langkah tersebut menandai eskalasi penting dalam sanksi internasional terhadap Rusia. Sekutu Barat pada awalnya menghilangkan sektor energi, sumber pendapatan penting bagi Pemerintah Presiden Vladimir Putin, dari serangkaian hukuman ekonomi yang dikenakan sebagai tanggapan atas serangan yang dilakukan kepada Ukraina.
Presiden AS Joe Biden mengumumkan embargo AS terhadap minyak Rusia yang merupakan bagian dari larangan yang lebih luas termasuk gas alam dan batu bara. Hal itu karena Partai Demokrat telah mengancam undang-undang yang memaksa dirinya untuk bertindak, meskipun kemungkinan berdampak terhadap harga gas yang sudah melonjak.

"Minyak Rusia tidak akan lagi dapat diterima di pelabuhan AS dan rakyat Amerika akan memberikan pukulan kuat lainnya pada mesin perang Putin," kata Biden, dilansir dari Channel News Asia, Rabu, 9 Maret 2022.


Ia menambahkan, keputusan itu diambil dengan konsultasi erat dengan sekutu. "Ukraina tidak akan pernah menjadi kemenangan bagi Putin," kata Biden seraya bersumpah dari Gedung Putih, beberapa menit setelah Inggris mengumumkan bahwa ekonomi terbesar kedua di Eropa itu akan menghentikan impor minyak Rusia pada akhir tahun.

Raksasa minyak Shell dan BP, keduanya berbasis di Inggris, mengatakan mereka akan segera berhenti membeli minyak dan gas alam Rusia. Sementara Shell juga berjanji untuk menutup stasiun layanan serta bahan bakar penerbangan dan operasi pelumasnya.

"Kami bekerja keras untuk terus menyediakan energi yang dibutuhkan pelanggan dan ekonomi, menggunakan minyak dan gas non-Rusia," kata Juru Bicara BP.

Larangan AS mendapat dukungan dari kedua belah pihak di Washington, dengan harga minyak sudah melonjak di atas USD120 per barel. Minyak mentah Brent, patokan internasional, naik lebih dari lima persen di tengah berita pengumuman Biden.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id