comscore

Krisis Pangan, Turki Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Ekspor Gandum Ukraina

Angga Bratadharma - 18 Juni 2022 13:03 WIB
Krisis Pangan, Turki Siap Jadi Tuan Rumah Pertemuan Ekspor Gandum Ukraina
Ilustrasi. FOTO: AFP
Ankara: Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan Turki siap menjadi tuan rumah pertemuan empat arah dengan PBB, Rusia, dan Ukraina untuk mengatur ekspor gandum melalui Laut Hitam. Adapun jutaan ton gandum saat ini tertahan di Pelabuhan Ukraina, baik diblokir maupun diduduki oleh pasukan Rusia, dengan kapal menghadapi bahaya ranjau.

Menurut Menteri Luar Negeri Turki, PBB telah mengajukan rencana untuk memfasilitasi ekspor. Berdasarkan rencana tersebut, koridor yang aman dapat dibangun tanpa menambang di Laut Hitam untuk ekspor biji-bijian dari Ukraina.
"Jika Rusia menjawab positif, akan ada pertemuan empat pihak di Istanbul," kata Cavusoglu, dilansir dari The Business Times, Sabtu, 18 Juni 2022.

Juru bicara Sekretaris Jenderal PBB Stephane Dujarric mengatakan Ankara memiliki peran penting dalam menyelesaikan situasi yang telah meningkatkan prospek kekurangan pangan di seluruh dunia.

"Kami telah melakukan kontak yang sangat dekat dan kami bekerja sama erat dengan pihak berwenang Turki dalam masalah ini. Saya pikir peran militer Turki akan sangat penting dalam hal itu," ucapnya.

Cavusoglu pekan lalu menjamu mitranya dari Rusia Sergei Lavrov di Ankara untuk membahas masalah ini, tetapi tanpa hasil yang konklusif. Sebelum perang, Ukraina adalah pengekspor utama gandum, jagung, dan minyak bunga matahari, tetapi pengiriman telah diblokir sejak Rusia menginvasi tetangganya pada akhir Februari.

Kondisi itu akhirnya menyebabkan harga pangan melonjak di seluruh dunia. Negara-negara di Timur Tengah dan Afrika bergantung pada ekspor Ukraina. Atas permintaan PBB, Turki telah menawarkan layanannya untuk mengawal konvoi maritim dari pelabuhan Ukraina, meskipun ada ranjau –beberapa di antaranya telah terdeteksi di dekat pantai Turki.

Setelah menjadi tuan rumah pembicaraan antara Menteri Luar Negeri Rusia dan Ukraina pada Maret yang bertujuan untuk mengakhiri perang, negara itu telah memposisikan dirinya sebagai mediator netral karena mempertahankan tindakan penyeimbangan yang rumit antara dua tetangganya di Laut Hitam.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id