Wall Street Meredup Usai Fed Pertahankan Suku Bunga AS

    Angga Bratadharma - 29 April 2021 08:04 WIB
    Wall Street Meredup Usai Fed Pertahankan Suku Bunga AS
    Ilustrasi. FOTO: Spencer Platt/AFP



    New York: Tiga indeks utama di bursa saham Amerika Serikat (AS) kompak ditutup melemah pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Meredupnya indeks-indeks itu terjadi setelah Federal Reserve memutuskan mempertahankan tingkat suku bunganya di level rendah.

    Mengutip Xinhua, Kamis, 29 April 2021, indeks Dow Jones Industrial Average turun sebanyak 164,55 poin atau 0,48 persen menjadi 33.820,38. Sedangkan indeks S&P 500 turun sebanyak 3,54 poin atau 0,08 persen menjadi 4.183,18. Indeks Komposit Nasdaq kehilangan 39,19 poin atau 0,28 persen menjadi 14.051,03.






    Sebanyak lima dari 11 sektor utama di indeks S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor teknologi turun sebanyak 0,96 persen, memimpin pelemahan. Sedangkan sektor energi melonjak sebanyak 3,35 persen, grup dengan kinerja terbaik.

    Di sisi korporat, saham Alphabet melonjak tiga persen setelah induk perusahaan Google melaporkan hasil kuartal pertama yang dengan mudah mengalahkan ekspektasi. Hasil kuartalannya yang luar biasa juga mendorong beberapa analis Wall Street untuk menaikkan target harga mereka pada saham.

    Saham raksasa teknologi Microsoft merosot 2,8 persen, bahkan setelah pembuat perangkat lunak tersebut melaporkan pendapatan yang lebih kuat dari perkiraan.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi dengan delapan dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    Sementara itu, Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya pada rekor level terendah mendekati nol. Keputusan itu diambil karena pemulihan ekonomi mengumpulkan momentum pada kemajuan vaksinasi covid-19 dan dukungan fiskal yang kuat.

    "Di tengah kemajuan vaksinasi dan dukungan kebijakan yang kuat, indikator aktivitas ekonomi dan pekerjaan telah menguat," kata Fed dalam sebuah pernyataan setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari.

    The Fed juga mengakui bahwa inflasi AS telah meningkat. Ketua Fed Jerome Powell mengatakan memperhatikan pemulihan ekonomi tetap tidak merata dan jauh dari selesai maka belum waktunya untuk berbicara tentang pengurangan program pembelian aset Fed.

    "Karena akan membutuhkan waktu sebelum kita melihat kemajuan substansial lebih lanjut menuju pekerjaan bank sentral AS dan tujuan inflasi," pungkasnya.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id