Kebijakan Fed Tekan Kekuatan Dolar AS

    Angga Bratadharma - 06 November 2020 09:02 WIB
    Kebijakan Fed Tekan Kekuatan Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena pelaku pasar mencerna keputusan terbaru Federal Reserve. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,94 persen menjadi 92,5269.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 6 November 2020, pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1838 dari USD1,1723 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris naik menjadi USD1,3143 dari USD1,2996 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7284 dari USD0,7190.

    Dolar AS dibeli 103,50 yen Jepang, lebih rendah dibandingkan dengan 104,43 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9043 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9120 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3039 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3120 dolar Kanada.

    Sementara itu, Federal Reserve AS memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada level rekor terendah mendekati nol persen, di tengah ketidakpastian tentang hasil akhir Pilpres AS. Kebijakan itu dengan harapan bisa menjaga arah ekonomi AS meski pandemi terus berlangsung.

    "Aktivitas ekonomi dan pekerjaan terus pulih tetapi tetap jauh di bawah level mereka pada awal tahun," kata Fed dalam sebuah pernyataan setelah menyimpulkan pertemuan kebijakan dua hari, seraya menambahkan jalur ekonomi AS akan bergantung secara signifikan pada gerak kasus virus korona.

    Bank sentral AS memutuskan untuk mempertahankan kisaran target suku bunga dana federal pada 0-0,25 persen dan berjanji untuk menggunakan berbagai alat guna mendukung ekonomi AS dalam masa yang menantang ini. The Fed memangkas suku bunga mendekati nol persen di awal tahun ini dalam upaya meredam guncangan pandemi.

    Di sisi data, Departemen Tenaga Kerja melaporkan, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, berada di 751 ribu pada pekan yang berakhir 31 Oktober, menyusul 758 ribu yang direvisi naik pada pekan sebelumnya. Ekonom yang disurvei oleh MarketWatch memperkirakan penurunan lebih besar menjadi 728 ribu.

    Sedangkan bursa saham Amerika Serikat melonjak pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), mencatat kemenangan beruntun empat hari. Kondisi itu terjadi karena bursa Wall Street mengikuti berita terkait Pilpres AS dan mencerna keputusan kebijakan terbaru Federal Reserve.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 542,52 poin atau 1,95 persen menjadi 28.390,18. Sedangkan S&P 500 naik 67,01 poin atau 1,95 persen menjadi 3.510,45. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 300,15 poin atau 2,59 persen menjadi 11.890,93.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id