Pelemahan Pertumbuhan Tenaga Kerja Tekan Dolar AS

    Angga Bratadharma - 05 Desember 2020 10:02 WIB
    Pelemahan Pertumbuhan Tenaga Kerja Tekan Dolar AS
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) melemah tipis di akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja di Amerika Serikat melambat bulan lalu. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,01 persen menjadi 90,7090.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 5 Desember 2020, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,2136 dari USD1,2141 pada sesi sebelumnya, dan poundsterling Inggris turun menjadi USD1,3442 dari USD1,3449 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7437 dari USD0,7445.

    Sedangkan dolar AS dibeli 104,09 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 103,96 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,8904 franc Swiss dibandingkan dengan 0,8914 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2781 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,2855 dolar Kanada.

    Di sisi lain, indeks saham utama di bursa Wall Street ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB). Penguatan dapat terjadi meski data menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja Amerika Serikat melambat bulan lalu di tengah melonjaknya infeksi covid-19.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 248,74 poin atau 0,83 persen menjadi 30.218,26. S&P 500 naik 32,40 poin atau 0,88 persen menjadi 3.699,12. Indeks Komposit Nasdaq meningkat 87,05 poin atau 0,70 persen menjadi 12.464,23.

    Ketiga indeks utama membukukan rekor intraday dan penutupan tertinggi. Sedangkan sebanyak sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 naik, dengan sektor energi berakhir naik 5,43 persen, mengungguli yang lain. Sektor utilitas tergelincir 1,04 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot di indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan suram.

    Biro Statistik Tenaga Kerja AS melaporkan ekonomi AS menambahkan 245 ribu pekerjaan pada November, setelah direvisi turun 610 ribu pada Oktober. Angka itu jauh di bawah perkiraan konsensus Dow Jones sebesar 440 ribu. Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 6,7 persen dari 6,9 persen di Oktober, sejalan dengan ekspektasi.

    Angka-angka tersebut mengindikasikan pasar tenaga kerja dan ekonomi AS goyah dalam menghadapi kasus covid-19 yang melonjak. Semenara itu, Universitas Johns Hopkins melaporkan AS mencatat rekor jumlah infeksi baru, kematian satu hari, dan rawat inap. AS mencatat sekitar 14,3 juta kasus yang dikonfirmasi, dengan jumlah kematian melebihi 278 ribu pada Jumat sore.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id