Harga Minyak Dunia Menyusut

    Angga Bratadharma - 20 November 2020 08:01 WIB
    Harga Minyak Dunia Menyusut
    Ilustrasi. FOTO: Xinhua
    New York: Harga minyak dunia menyusut pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB). Pelemahan terjadi karena investor khawatir lonjakan infeksi covid-19 dapat mengaburkan prospek permintaan minyak mentah.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 20 November 2020, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun delapan sen menjadi USD41,78 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Januari turun 14 sen menjadi USD44,20 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Lonjakan kasus virus korona baru di beberapa negara besar memicu kekhawatiran tentang permintaan yang lebih lemah. Menurut data Universitas Johns Hopkins tercatat lebih dari 56,6 juta kasus covid-19 telah dilaporkan secara global dengan jumlah kematian melebihi 1,35 juta pada Kamis sore.

    Amerika Serikat paling menderita akibat pandemi, dengan lebih dari 11,6 juta kasus dan lebih dari 251.700 kematian. Dalam laporan masing-masing yang dirilis awal bulan ini, Badan Energi Internasional dan Organisasi Negara Pengekspor Minyak telah merevisi turun perkiraan permintaan minyak global untuk tahun ini.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat ditutup lebih tinggi pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), didukung oleh momentum positif pada nama-nama besar saham teknologi. Namun, lonjakan kasus covid-19 masih memberikan sentimen negatif terhadap pasar saham Wall Stret.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 44,81 poin atau 0,15 persen menjadi 29.483,23. Sedangkan S&P 500 naik 14,08 poin atau 0,39 persen menjadi 3.581,87. Kemudian indeks Komposit Nasdaq naik 103,11 poin atau 0,87 persen menjadi 11.904,71.

    Semua saham raksasa teknologi AS termasuk Facebook, Apple, Amazon, Netflix, dan perusahaan induk Google, Alphabet, berakhir naik. Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 menguat, dengan energi dan teknologi ditutup masing-masing 1,53 persen dan 0,84 persen, melampaui sisanya. Utilitas tergelincir 1,03 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi, dengan tujuh dari 10 saham teratas menurut bobot dalam indeks 50 Tiongkok yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis. Sementara itu, infeksi covid-19 yang melonjak di Amerika Serikat terus menghadirkan sentimen negatif.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id