comscore

Proyeksi Pertumbuhan PDB Malaysia 6,5% di 2022 Dinilai Tidak Realistis

Angga Bratadharma - 02 November 2021 09:16 WIB
Proyeksi Pertumbuhan PDB Malaysia 6,5% di 2022 Dinilai Tidak Realistis
Anwar Ibrahim. FOTO: AFP
Kuala Lumpur: Pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan perkiraan pertumbuhan ekonomi 5,5 hingga 6,5 persen dalam anggaran negara 2022 bukan proyeksi yang realistis. Proyeksi itu seiring dengan pandemi covid-19 yang sampai saat ini masih belum kunjung usai.

"Jika melihat proyeksi pertumbuhan PDB yang diperkirakan (sekitar) enam persen, ini termasuk yang tertinggi di dunia," kata Anwar, mengawali debat parlementer untuk anggaran 2022 Malaysia, di antara Anggota Parlemen (MP), dilansir dari Channel News Asia, Selasa, 2 November 2021.
Pada pekan lalu, Menteri Keuangan Malaysia Tengku Zafrul Tengku Abdul Aziz mengumumkan anggaran 332,1 miliar ringgit Malaysia (USD80,06) untuk 2022, alokasi terbesar yang pernah ada. Anggaran, naik dari 320,6 miliar ringgit Malaysia tahun ini, ditetapkan untuk meluncurkan paket stimulus senilai 530 miliar ringgit Malaysia guna meredam pukulan covid-19.

Pemerintah juga memperkirakan pertumbuhan produk domestik bruto antara 5,5 dan 6,5 persen di tahun depan, dengan pendapatan meningkat 5,9 persen menjadi 234 miliar ringgit Malaysia. Anwar, ketika berpartisipasi dalam debat, menguraikan pertumbuhan PDB di seluruh dunia diproyeksikan 4,9 persen, negara-negara berkembang 4,5 persen, dan negara-negara maju 5,1 persen.

Dia mengutip bagaimana perkiraan pertumbuhan PDB untuk Amerika Serikat, Eropa, Tiongkok, Korea Selatan, Singapura, Indonesia, dan Thailand, semuanya lebih rendah dari angka yang diproyeksikan Malaysia. "Perkiraan ini, bagi kami, tampaknya tidak terlalu realistis," tukasnya.

"Kalau itu terjadi, alhamdulillah. Tapi ramalan yang diumumkan menteri keuangan itu harus realistis," tambahnya.

Pendapatan

Anwar kemudian menggarisbawahi bahwa pendapatan yang diproyeksikan sebesar 234 miliar ringgit Malaysia pada 2022, yang merupakan peningkatan 5,9 persen dari tahun lalu, adalah tujuan yang terlalu tinggi mengingat negara itu masih mengatasi masalah yang muncul dari pandemi covid-19.

"Kami baru saja memulai kembali ekonomi, jadi tidak realistis bahwa kami akan mencapai level yang kami lakukan pada 2019 dalam waktu sesingkat itu," kata Anwar.

Sementara itu, Anwar mengakui dalam pidatonya bahwa anggaran tersebut ditujukan untuk mengatasi keprihatinan bersama oleh kelompok berpenghasilan rendah. Dia memuji inisiatif seperti meningkatkan alokasi dana Bank Negara Malaysia (BNM) untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) menjadi 4,5 miliar ringgit Malaysia serta pembiayaan tanpa bunga untuk perusahaan kecil.

Anwar juga mengucapkan terima kasih bahwa pihak oposisi telah berkonsultasi sebelum anggaran diajukan. "Saya mengucapkan terima kasih kepada menkeu karena prosesnya kali ini unik, melibatkan konsultasi dengan pihak oposisi," pungkas Anwar.

(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id