The Fed Melihat Ketidakpastian Pemulihan Ekonomi AS

    Ade Hapsari Lestarini - 17 Juni 2020 16:02 WIB
    The Fed Melihat Ketidakpastian Pemulihan Ekonomi AS
    Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell. Foto: AFP.
    Washington: Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengatakan masih ada ketidakpastian yang signifikan terhadap kekuatan pemulihan ekonomi AS akibat pandemi covid-19.

    Powell memperingatkan bahwa penurunan ekonomi berkepanjangan dapat semakin memperluas kesenjangan dan kesejahteraan ekonomi. Demikian dilansir dari Xinhua, Rabu, 17 Juni 2020.

    Terlepas dari ekonomi yang mulai menggeliat, sebagian besar analis berpikir bahwa kondisi tersebut tidak akan menyamai posisi Februari, yakni sebelum menyebarnya pandemi covid-19 di negara itu.

    "Kita jauh dari tempat kita berada (kondisi ekonomi) di Februari, ekonomi benar-benar bekerja secara luas di semua bidangnya," kata Powell dalam audiensi virtual di hadapan Komite Senat Perbankan, Perumahan dan Urusan Perkotaan.

    Powell mengatakan ada beberapa sektor-sektor ekonomi yang harus berjuang kembali ke aktivitas lama mereka karena melibatkan orang-orang dalam kelompok besar.

    "Butuh waktu untuk membangun kembali kepercayaan," ujar Powell.

    Dalam sebuah konferensi yang berjudul "Laporan Kebijakan Moneter Semitahunan untuk Kongres", Powell dalam sambutannya mengatakan pada pertengahan Maret, kegiatan ekonomi jatuh pada kecepatan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam menanggapi wabah covid-19 dan langkah-langkah yang diambil untuk mengontrol penyebarannya.

    "Bahkan setelah laporan ketenagakerjaan Mei yang secara tak terduga positif, hampir 20 juta pekerjaan telah hilang sejak Februari," katanya.

    Dia mencatat bahwa tingkat pengangguran yang dilaporkan telah meningkat sekitar 10 persen menjadi 13,3 persen. Sementara itu penurunan produk domestik bruto (PDB) yang terlihat nyata pada kuartal ini, kemungkinan akan menjadi yang paling parah dalam sejarah.

    Gubernur bank sentral AS ini menegaskan bahwa beban penurunan tidak secara merata menimpa semua warga Amerika. Dia mengatakan bahwa mereka yang paling tidak mampu menahan penurunan, paling terpengaruh.

    "Rumah tangga berpenghasilan rendah, sejauh ini, mengalami penurunan lapangan kerja paling tajam, sementara kehilangan pekerjaan terbesar terjadi pada warga keturunan Afrika-Amerika, Hispanik, dan perempuan," jelas Powell.

    "Jika tidak terkendali dan berbalik arah, penurunan lebih lanjut dapat memperlebar kesenjangan dalam kesejahteraan ekonomi, ekspansi panjang telah membuat beberapa kemajuan saat penutupan," tambahnya.

    Sidang Kongres ini digelar tak lama setelah Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa penjualan ritel meningkat sebesar 17,7 persen pada Mei. Angka ini menyusul rekor penurunan pada bulan sebelumnya, karena bisnis terus dibuka kembali di seluruh negara.

    Angka penjualan ritel ini menjadi bukti bahwa ekonomi bangkit kembali. Ketika upaya pembukaan kembali berlanjut di seluruh negara dan lapangan kerja mulai meningkat, Powell mengatakan bahwa pihaknya memiliki jalan panjang di depan agar semua orang kembali bekerja, terutama mereka yang bekerja di industri jasa.

    (AHL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id