Dolar AS Unjuk Kekuatan

    Angga Bratadharma - 24 September 2020 09:02 WIB
    Dolar AS Unjuk Kekuatan
    Ilustrasi. AFP PHOTO/YASIN AKGUL
    New York: Kurs dolar Amerika Serikat (USD) menguat pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB), karena permintaan safe haven meningkat di tengah pergerakan liar di pasar keuangan. Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,43 persen menjadi 94,3914.

    Mengutip Xinhua, Kamis, 24 September 2020, pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi USD1,1656 dibandingkan dengan USD1,1704 pada sesi sebelumnya. Selain itu poundsterling Inggris turun menjadi USD1,2715 dari USD1,2733 pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi USD0,7076 dari USD0,7166.

    Sedangkan dolar AS dibeli 105,41 yen Jepang, lebih tinggi dibandingkan dengan 104,92 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,9241 franc Swiss dibandingkan dengan 0,9198 franc Swiss, dan naik menjadi 1,3378 dolar Kanada dibandingkan dengan 1,3309 dolar Kanada.

    Pergerakan itu terjadi karena aksi jual besar-besaran berlanjut di Wall Street dengan Dow turun lebih dari 500 poin di sesi sore pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat. Kemudian, pelaku pelaku pasar juga mengkhawatirkan ketidakpastian dari pandemi.

    Penghitungan Universitas Johns Hopkins mencatat lebih dari 6,9 juta kasus covid-19 yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan kematian melebihi 201 ribu pada Rabu sore.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat melemah di tengah aksi jual besar-besaran pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Aksi jual itu terjadi lantaran melemahnya indikator makroekonomi yang membayangi prospek pemulihan usai terhantam covid-19.

    Indeks Dow Jones Industrial Average kehilangan 525,05 poin atau 1,92 persen menjadi 26.763,13. Sedangkan S&P 500 turun 78,65 poin atau 2,37 persen menjadi 3.236,92. Indeks Komposit Nasdaq merosot 330,65 poin atau 3,02 persen menjadi 10.632,99.

    Seluruh 11 sektor di naungan S&P 500 mengalami kerugian dengan masing-masing dari sektor energi, teknologi, dan material turun 4,55 persen, 3,21 persen dan 2,93 persen. Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan sembilan dari 10 saham teratas mengakhiri hari dengan catatan suram.

    Flash AS Composite Output Index turun menjadi 54,4 pada September dari 54,6 pada bulan sebelumnya, menurut data yang dikeluarkan oleh IHS Markit. Penurunan bulan ke bulan dari Flash Composite Purchasing Managers Index pada September di zona euro dan Inggris juga membebani sentimen pasar.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id