Harga Minyak Dunia Melambung

    Angga Bratadharma - 11 Agustus 2020 08:31 WIB
    Harga Minyak Dunia Melambung
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Harga minyak dunia melambung pada perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB), karena sentimen pasar didorong oleh tanda-tanda membaiknya permintaan energi. Meski demikian, masih melonjaknya kasus covid-19 di dunia menjadi perhatian investor karena tetap berpeluang menekan pasar minyak.

    Mengutip Xinhua, Selasa, 11 Agustus 2020, West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman September naik 72 sen menjadi USD41,94 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Oktober naik 59 sen menjadi USD44,99 per barel di London ICE Futures.

    Kepala Eksekutif Arab Saudi Aramco Amin Nasser memandang permintaan minyak kembali bangkit di Asia karena ekonomi secara bertahap mulai dibuka. Dirinya senang melihat adanya kebangkitan kembali harga minyak yang kuat terutama di pasar minyak utama. Harga juga didukung oleh data ekonomi yang positif dari Tiongkok.

    Indeks harga konsumen Tiongkok tumbuh 2,7 persen tahun ke tahun bulan lalu, lebih baik dari kenaikan 2,5 persen di Juni. Sementara itu, indeks harga produsen Tiongkok turun 2,4 persen tahun ke tahun di Juli, lebih rendah dari penurunan tiga persen di Juni.

    Di sisi lain, bursa saham Wall Street berakhir bervariasi pada akhir perdagangan Senin waktu setempat (Selasa WIB). Kondisi itu terjadi karena investor mengamati stimulus fiskal di Amerika Serikat di tengah krisis akibat pandemi covid-19.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 357,96 poin atau 1,30 persen menjadi 27.791,44. Lalu S&P 500 naik 9,19 poin atau 0,27 persen, menjadi 3.360,47. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq tergelincir 42,63 poin atau 0,39 persen menjadi 10.968,36.

    Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor energi naik 3,08 persen. Sedangkan layanan komunikasi turun 0,46 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

    Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menandatangani serangkaian perintah eksekutif untuk memperpanjang bantuan ekonomi covid-19 tertentu setelah negosiasi antara anggota parlemen Republik dan Demokrat gagal.

    Salah satu dari empat perintah Presiden yakni memperpanjang tunjangan pengangguran tambahan hingga akhir tahun namun dikurangi menjadi sebesar USD400 per minggu, bukan USD600 seperti yang disetujui oleh Kongres pada akhir Maret, yang berakhir pada akhir Juli. Langkah itu memicu kritik dari Demokrat, yang mungkin menantang legalitas Presiden.

    (ABD)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id