BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2021 Jadi 5,7%

    Husen Miftahudin - 19 Oktober 2021 17:48 WIB
    BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2021 Jadi 5,7%
    Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. Foto : Medcom.id.



    Jakarta: Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyebut pemulihan ekonomi global terus berlanjut, namun lebih rendah dari prakiraan sebelumnya. Hal ini sejalan dengan dampak kenaikan kasus varian delta covid-19 yang masih mengganggu kinerja perekonomian sejumlah negara maju.

    "Pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat (AS), Tiongkok, dan Jepang lebih rendah dari prakiraan sejalan dampak kenaikan kasus varian delta covid-19, serta gangguan rantai pasokan dan energi global," ujar Perry dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI secara virtual, Selasa, 19 Oktober 2021.

     



    Di sisi lain, lanjutnya, pemulihan ekonomi Eropa lebih tinggi sehingga menahan perlambatan ekonomi global. Kinerja sejumlah indikator dini seperti Purchasing Managers' Index (PMI), penjualan eceran, dan keyakinan konsumen secara umum melambat pada September 2021.

    "Dengan perkembangan tersebut, Bank Indonesia merevisi pertumbuhan ekonomi global 2021 menjadi 5,7 persen dari prakiraan sebelumnya sebesar 5,8 persen," ucap Perry.

    Adapun kenaikan volume perdagangan dunia dan harga komoditas terus berlanjut, sehingga menopang prospek ekspor negara berkembang. Pemulihan ekonomi dunia diperkirakan akan tetap berlanjut pada 2022 meskipun dampak dari gangguan rantai pasokan dan keterbatasan energi perlu tetap diwaspadai.

    Sementara itu, lanjutnya, ketidakpastian pasar keuangan global sedikit menurun di tengah kekhawatiran pengetatan kebijakan moneter global yang lebih cepat sejalan kenaikan inflasi yang terus berlangsung.

    "Kondisi tersebut berpengaruh terhadap tetap berlanjutnya aliran portofolio global ke negara berkembang, khususnya di negara-negara yang mempunyai imbal hasil aset keuangan yang menarik dan kondisi ekonomi yang membaik," jelas Perry.

    Sebelumnya Dana Moneter Internasional (IMF) memproyeksikan ekonomi dunia mulai pulih, meski pandemi covid-19 masih berlangsung. Ekonomi dunia diperkirakan tumbuh 5,9 persen pada 2021, naik dari tahun sebelumnya yang justru terkontraksi 3,1 persen.

    Walau demikian, IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia melambat menjadi 4,9 persen pada 2022. Untuk negara maju, ekonominya diproyeksi pulih dari minus 4,5 persen pada 2020 menjadi 5,2 persen pada 2021. Pertumbuhannya kemudian melambat menjadi 4,5 persen pada tahun depan.

    Sementara, ekonomi negara berkembang diproyeksikan tumbuh 6,4 persen pada 2021, lebih baik dari tahun lalu yang terkontraksi 2,1 persen. Pertumbuhan ekonomi negara berkembang lalu melambat menjadi 5,1 persen pada 2022.

    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id