Omicron Berdampak Mini ke Ekonomi, Harga Minyak Meroket

    Antara - 07 Desember 2021 07:51 WIB
    Omicron Berdampak Mini ke Ekonomi, Harga Minyak Meroket
    Ilustrasi Kilang Minyak. Foto : AFP.



    New York: Harga minyak melonjak hampir lima persen pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), merebut kembali kerugian pekan lalu di tengah harapan varian virus korona Omicron akan memiliki dampak ekonomi yang tidak terlalu merusak jika gejalanya sebagian besar terbukti ringan. Selain itu Saudi menaikkan harga jualnya ke Asia dan Amerika Serikat.

    Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari terangkat USD3,20 atau 4,6 persen menjadi USD73,08 per barel. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Januari bertambah USD3,23 atau 4,9 persen, menjadi USD69,49 per barel. Pekan lalu, kedua harga acuan tersebut turun untuk enam minggu berturut-turut.

     



    Laporan di Afrika Selatan mengatakan kasus Omicron di sana hanya menunjukkan gejala ringan dan pejabat tinggi penyakit menular AS, Anthony Fauci, mengatakan kepada CNN tidak ada tingkat keparahan yang besar sejauh ini.

    Gedung Putih mengatakan larangan AS terhadap warga negara asing memasuki negara itu dari delapan negara Afrika selatan adalah sesuatu yang dipertimbangkan kembali oleh penasihat kesehatan masyarakat Presiden Joe Biden setiap hari.

    "Semua berita utama hari ini bullish," kata Analis Senior Price Futures Group, Phil Flynn dikutip dari Antara, Selasa, 7 Desember 2021. 

    Patokan global Brent telah meningkat 38 persen tahun ini, didukung oleh pembatasan produksi yang dipimpin oleh kelompok produsen OPEC+, meskipun telah jatuh dari level tertinggi tiga tahun di atas USD86 pada Oktober 2021.

    "Kenaikan hari ini dipicu oleh Arab Saudi menaikkan harga jual resmi (OSP) pada akhir pekan," ujar Analis Energi Commerzbank Research, Carsten Fritsch, dalam sebuah catatan.

    Eksportir terbesar dunia itu mengatakan mereka akan mengenakan harga premium yang lebih tinggi untuk pengiriman minyak ke Asia dan Amerika Serikat pada Januari dibandingkan bulan sebelumnya.

    Arab Saudi menaikkan harga jual resmi Januari untuk semua kadar minyak mentah yang dijual ke Asia dan Amerika Serikat hingga 80 sen dari bulan sebelumnya.

    "Premi yang lebih tinggi untuk Asia dan AS dapat dianggap sebagai tanda permintaan yang kuat. Ini mendukung keputusan minggu lalu oleh OPEC+ untuk memperluas produksi minyak dengan tambahan 400 ribu barel per hari pada Januari," tambah Fritsch.

    Kelompok OPEC+, yang terdiri dari Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya termasuk Rusia, pekan lalu memutuskan untuk terus meningkatkan pasokan bulanan sebesar 400 ribu barel per hari (bph) pada Januari, bahkan setelah penurunan harga yang didorong oleh kekhawatiran Omicron. Menteri Perminyakan Irak Ihsan Abdul-Jabbar memperkirakan harga minyak akan mencapai lebih dari USD75 per barel.

    Harga minyak juga didukung oleh berkurangnya prospek kenaikan ekspor minyak Iran setelah pembicaraan tidak langsung AS-Iran tentang penyelamatan kesepakatan nuklir Iran 2015 terhenti pekan lalu.

    Sementara itu, Konferensi Perminyakan Dunia yang ditujukan untuk teknologi masa depan dan strategi rendah karbon menegaskan perlunya lebih banyak minyak selama beberapa dekade mendatang.

    “Kami sebenarnya sedang memasuki masa kelangkaan. Dan saya pikir untuk pertama kalinya, dalam waktu yang lama, kita akan melihat pembeli mencari satu barel minyak, dibandingkan dengan satu barel minyak mencari pembeli, " kata Kepala Eksekutif Perusahaan Jasa Energi Halliburton, Jeff Miller.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id