Harga Minyak Dunia Melonjak

    Angga Bratadharma - 16 Mei 2020 10:03 WIB
    Harga Minyak Dunia Melonjak
    Ilustrasi. FOTO: AFP
    New York: Harga minyak dunia memperpanjang kenaikan pada Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), setelah data menunjukkan adanya penurunan jumlah rig minyak AS. Sementara itu, pandemi covid-19 masih memberikan tekanan terhadap permintaan minyak meski masih diimbangi dengan pembatasan produksi oleh OPEC dan sekutunya.

    Mengutip Xinhua, Sabtu, 16 Mei 2020, harga minyak West Texas Intermediate untuk pengiriman Juni naik USD1,87 menjadi USD29,43 per barel di New York Mercantile Exchange. Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli naik USD1,37 menjadi USD32,50 per barel di London ICE Futures Exchange.

    Pergerakan ini mengikuti kenaikan signifikan pada sesi sebelumnya dengan patokan minyak AS naik hampir sembilan persen. Penguatan ini didukung di tengah tanda-tanda pengetatan pasokan. Perusahaan jasa ladang minyak Baker Hughes melaporkan jumlah pengeboran rig AS turun 34 rig hingga menjadi 258 rig di minggu ini.

    "Pasokan minyak global diperkirakan turun 12 juta barel per hari pada Mei, ke level terendah dalam sembilan tahun ke 88 juta barel per hari karena perjanjian OPEC+ berlaku dan produksi menurun di tempat lain," lapor Energi Internasional Agency.

    Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak dan sekutu-sekutunya, sebuah kelompok yang dikenal sebagai OPEC+, sepakat untuk memangkas produksi sebesar 9,7 juta barel per hari untuk Mei dan Juni, yang bertujuan mengatasi kekenyangan pasokan global akibat krisis covdi-19.

    Di sisi lain, bursa saham Amerika Serikat kembali menguat pada akhir perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), bahkan setelah data menunjukkan adanya rekor penurunan penjualan ritel di negara itu.

    Indeks Dow Jones Industrial Average naik 60,08 poin atau 0,25 persen menjadi 23.685,42. Sedangkan S&P 500 naik sebanyak 11,20 poin atau 0,39 persen ke 2.863,70. Sementara itu, indeks Komposit Nasdaq naik 70,84 poin atau 0,79 persen menjadi 9.014,56.

    Sebanyak enam dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan sektor layanan komunikasi dan diskresi konsumen masing-masing naik 1,26 persen dan 1,06 persen. Sedangkan sektor utilitas turun 1,41 persen, menjadi kelompok dengan kinerja terburuk.

    Departemen Perdagangan AS melaporkan penjualan ritel merosot 16,4 persen pada April. Angka itu lebih buruk dari perkiraan penurunan sebesar 12 persen. Ini adalah penurunan penjualan ritel paling tajam karena pandemi covid-19, yang memaksa orang Amerika untuk tetap tinggal di rumah dan banyak bisnis tutup.



    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id