comscore

Forum Pra KTT Y20 Bahas Penyelamatan Bumi dengan Ekonomi Sirkular

Antara - 23 Mei 2022 14:04 WIB
Forum Pra KTT Y20 Bahas Penyelamatan Bumi dengan Ekonomi Sirkular
Ilustrasi. FOTO: RBS
Jakarta: Forum Pra-KTT III Youth 20 atau Y20 Indonesia mengenai isu planet berkelanjutan dan layak huni masih terus berlanjut dengan diskusi mengenai penyelamatan bumi melalui ekonomi sirkular. Y20 merupakan wadah konsultasi resmi bagi para pemuda dari seluruh negara anggota G20 untuk dapat saling berdialog.

Diskusi menghadirkan Center of Competence for Climate Change, Environment, and Noise Protection di Aviation Hessen Alesya Krit, Partner di Systemiq Joi Danielson, Program Lead di Platform for Accelerating Circular Economy Ke Wang, serta CEO dan Founder Waste4Change Mohammad Bijaksana Junerosano.
Alesya menyarankan pentingnya berpikir secara lokal dalam upaya mendorong konsumsi berkelanjutan. Dirinya mengajak pihak terkait untuk berpikir lokal dan menyesuaikan solusi tersebut dengan wilayah tujuan, serta cocok dengan dimensi sosial dan budaya setempat.

"Kemudian, membentuk perspektif normatif dan mengajak pekerja, teman, warga untuk mengenal pemikiran baru, misalnya, lewat TikTok challenge,” ujar Alesya, dikutip dari Antara, Senin, 23 Mei 2022.

Sementara itu, Joi Danielson mengatakan, perlunya memerhatikan pola konsumsi sebelum masuk ke pembahasan ekonomi sirkular. Manusia takut akan kelangkaan, sehingga cenderung mengonsumsi lebih dari apa yang dibutuhkan.

Di sebuah ekonomi yang berbasis konsumsi, semakin banyak yang dikonsumsi maka akan semakin tinggi Produk Domestik Bruto (PDB).

"Sistem kita mengandalkan konsumsi berlebihan. Jika kita bisa membantu orang merasa bahwa apa yang mereka miliki sudah cukup, kita bisa meyakinkan mereka untuk hanya mengonsumsi yang dibutuhkan. Dengan ini, kita bisa mulai memutus siklus konsumsi tersebut," jelas Joi.

Ekonomi sirkular

Hal senada diungkapkan oleh Ke Wang. Menurutnya, meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap ekonomi sirkular tidak hanya bisa mengakibatkan perubahan kebiasaan, tetapi juga perubahan kebijakan.

“Para politisi mendengarkan aspirasi masyarakat, namun kesadaran masyarakat terhadap ekonomi sirkular masih sangat rendah. Di sinilah, anak muda memainkan perannya lantaran telah menunjukkan bahwa mereka memegang peran penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim,” ucap Ke Wang.

Junerosano menambahkan populasi dunia saat ini telah mencapai 7,9 miliar jiwa sehingga jika ingin terdapat perubahan tanpa peperangan, sebanyak empat persen dari sebuah populasi harus diyakinkan.

"Berarti di Indonesia, ada 10 juta orang yang harus diyakinkan tentang ekonomi sirkular. Memang terkadang terasa sulit, tetapi yang terpenting kita harus optimistis bahwa kita bisa melakukan perubahan dengan berkolaborasi," ungkap Junerosano.

Diskusi Pra-KTT Ketiga Y20 Indonesia yang membahas ekonomi sirkular kali ini diharapkan memberikan wawasan yang dapat membantu para delegasi muda dalam menyusun rekomendasi kebijakan khususnya yang berkaitan dengan lingkungan kepada pemimpin G20.


(ABD)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id