Konsumsi Tiongkok Melonjak Selama Liburan Tahun Baru Imlek

    Angga Bratadharma - 20 Februari 2021 11:32 WIB
    Konsumsi Tiongkok Melonjak Selama Liburan Tahun Baru Imlek
    Ilustrasi. FOTO: Mark Ralston/AFP



    Beijing: Statistik baru dari Kementerian Perdagangan atau Ministry of Commerce (MOC) mencatat belanja konsumen Tiongkok selama liburan Tahun Baru Imlek melonjak tajam. Kondisi itu terjadi seiring upaya pemerintah yang bisa dibilang sukses mengendalikan pandemi covid-19 dan terus berupaya memulihkan perekonomian.

    "Penjualan gabungan perusahaan ritel dan katering di Tiongkok naik 28,7 persen secara tahun ke tahun menjadi 821 miliar yuan (sekitar USD127,5 miliar) selama minggu emas Festival Musim Semi," ungkap data MOC, dilansir dari Xinhua, Sabtu, 20 Februari 2021.




    Penjualan daring Tiongkok melebihi 122 miliar yuan ketimbang periode yang sama. Penjualan katering secara daring melonjak 135 persen dibandingkan dengan liburan Festival Musim Semi tahun lalu, karena lebih banyak orang Tiongkok memesan makanan siap saji melalui e-commerce atau platform pengiriman makanan daring.

    "Penjualan produk yang terkait dengan makan malam Tahun Baru Imlek meningkat 54,9 persen tahun ke tahun selama liburan," sebut MOC.

    Festival Musim Semi, atau Tahun Baru Imlek, adalah acara penting untuk reuni keluarga, yang jatuh pada 12 Februari tahun ini, dan banyak tempat di seluruh Tiongkok telah mendorong penduduk dan pekerja migran untuk tetap tinggal selama festival guna mengurangi arus personel dan mengekang penyebaran covid-19.

    Sebelumnya, Morgan Stanley dalam laporannya yang berisi sekitar 200 halaman memperkirakan belanja konsumen Tiongkok tumbuh lebih dari dua kali lipat dalam 10 tahun, dengan penekanan pada layanan daripada barang. Kondisi itu tentu memengaruhi laju pertumbuhan ekonominya pada periode tersebut.
     
    "Pada 2030, konsumsi swasta Tiongkok diprediksi mencapai USD12,7 triliun, hampir sama dengan jumlah yang dibelanjakan konsumen Amerika saat ini. Angka itu juga naik dari perkiraan Morgan Stanley tiga tahun lalu yang sebesar USD9,7 triliun," kata laporan Morgan Stanley.
     
    Morgan Stanley menambahkan pendorong pertumbuhan tersebut adalah penekanan pemerintah yang lebih besar pada kebijakan untuk mendukung ekonomi domestik Tiongkok, peningkatan pendapatan rumah tangga, pertumbuhan lebih lanjut di daerah perkotaan, perubahan teknologi, dan pergeseran demografis.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id