Indeks S&P 500 Tembus di Atas 4.000 untuk Pertama Kali

    Angga Bratadharma - 02 April 2021 07:35 WIB
    Indeks S&P 500 Tembus di Atas 4.000 untuk Pertama Kali
    Ilustrasi. FOTO: AFP



    New York: Bursa saham Amerika Serikat (AS) melonjak pada akhir perdagangan Kamis waktu setempat (Jumat WIB), karena investor mencerna paket infrastruktur Presiden Joe Biden dan banyak data ekonomi. Paket infrastruktur tersebut dinilai bisa mempercepat pemulihan dan pertumbuhan ekonomi AS di masa mendatang.

    Mengutip Xinhua, Jumat, 2 April 2021, indeks Dow Jones Industrial Average naik 171,66 poin atau 0,52 persen menjadi 33.153,21. Sedangkan indeks S&P 500 bertambah 46,98 poin atau 1,18 persen menjadi 4.019,87, atau ditutup di atas ambang batas 4.000 untuk pertama kalinya. Indeks Komposit Nasdaq naik 233,23 poin atau 1,76 persen menjadi 13.480,11.






    Sebanyak delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan energi dan teknologi masing-masing naik 2,66 persen dan 2,1 persen, memimpin kenaikan. Sedangan sektor bahan pokok konsumen tergelincir 0,24 persen, kelompok dengan kinerja terburuk.

    Perusahaan Tiongkok yang terdaftar di AS sebagian besar diperdagangkan lebih tinggi dengan tujuh dari 10 saham teratas berdasarkan bobot dalam indeks Tiongkok 50 yang terdaftar di S&P AS mengakhiri hari dengan catatan optimistis.

    Biden pada Rabu waktu setempat mengumumkan rencana infrastruktur USD2 triliun, menggembar-gemborkannya sebagai investasi sekali dalam satu generasi di Amerika dan mengusulkan kenaikan pajak perusahaan untuk mengimbangi biaya tersebut.

    Rencana tersebut, yang disambut secara luas oleh Demokrat, diperkirakan menghadapi pertarungan yang sulit di Kongres, karena Partai Republik dengan tegas menolak setiap kenaikan pajak. Sementara itu, kekhawatiran atas utang yang meningkat dan risiko inflasi diperkirakan semakin memperumit prospek rencana tersebut.

    "Pengeluaran tidak diragukan lagi akan memberikan dorongan tambahan untuk ekonomi, sementara kenaikan pajak pada perusahaan akan menjadi hambatan," kata Wakil Presiden Eksekutif Zacks Investment Research Kevin Matras, dalam sebuah catatan.

    Di sisi data, Departemen Tenaga Kerja melaporkan, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, berada di 719 ribu dalam pekan yang berakhir 27 Maret, meningkat 61 ribu dari level revisi minggu sebelumnya. Angka tersebut lebih tinggi dari 675 ribu yang diharapkan oleh ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

    "Indeks Manajer Pembelian (PMI) Manufaktur AS naik menjadi 64,7 persen di Maret, dari 60,8 persen di bulan sebelumnya," kata Institute for Supply Management.

    Angka di atas 50 persen mengindikasikan sektor secara umum berkembang, sementara angka di bawah 50 menandakan kontraksi. Sementara itu, pasar saham AS akan ditutup pada perdagangan Jumat waktu setempat (Sabtu WIB), karena libur Jumat Agung.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id