Bank Sentral Australia Takkan Naikkan Suku Bunga hingga 2024

    Angga Bratadharma - 15 September 2021 10:37 WIB
    Bank Sentral Australia Takkan Naikkan Suku Bunga hingga 2024
    Reserve Bank of Australia. FOTO: AFP



    Sydney: Bank sentral utama Australia mengatakan penguncian untuk meredam penyebaran virus korona akan menyebabkan kontraksi tajam dalam perekonomian di kuartal III. Akan tetapi, Reserve Bank of Australia (RBA) yakin aktivitas akan pulih dengan cepat setelah pembatasan dilonggarkan pada Desember.

    Selain itu, Gubernur Reserve Bank of Australia Philip Lowe menegaskan kembali bahwa suku bunga diperkirakan tidak akan naik dari rekor terendah hingga 2024 mengingat pertumbuhan upah yang terus-menerus melambat. Adapun Lowe mempermasalahkan harga pasar untuk kenaikan suku bunga pada akhir 2022 dan 2023.

     



    "Harapan ini sulit untuk dicocokkan dengan gambaran yang baru saja saya uraikan dan saya merasa sulit untuk memahami mengapa kenaikan suku bunga diperkirakan terjadi pada tahun depan atau awal 2023," kata Lowe, dilansir dari The Business Times, Rabu, 15 September 2021.

    "Sementara tingkat kebijakan mungkin dinaikkan di negara lain selama jangka waktu ini, tapi pengalaman upah dan inflasi kami sangat berbeda," tambahnya.

    Lowe mengakui bahwa penguncian di Sydney, Melbourne, dan Canberra kemungkinan akan membuat ekonomi berkontraksi setidaknya dua persen pada kuartal September, dan mungkin lebih signifikan. Pengangguran juga diperkirakan akan mencapai 'high five' untuk waktu yang singkat," katanya.

    Tingkat pengangguran mencapai 4,6 persen pada Juli. "Ini adalah kemunduran besar, tetapi kemungkinan hanya sementara. Kami memperkirakan ekonomi akan tumbuh lagi pada kuartal Desember, dengan pemulihan berlanjut hingga 2022," ucapnya.

    Sebagian besar optimisme ini disebabkan oleh peningkatan cepat dalam vaksinasi yang seharusnya memungkinkan pembatasan dilonggarkan pada kuartal Desember. Sementara itu, inflasi inti telah berada di bawah kisaran target 2-3 persen RBA selama lima tahun terakhir.

    Adapun para pembuat kebijakan ingin memastikan inflasi kembali ke kisaran secara berkelanjutan sebelum pengetatan. Lowe mengatakan bahwa akan membutuhkan pertumbuhan upah di atas tiga persen, dari kecepatan 1,7 persen saat ini, yang kemungkinan akan memakan waktu hingga 2024.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id