Meskipun Membaik, Pemulihan Ekonomi Jepang Masih Panjang

    Arif Wicaksono - 16 November 2020 18:09 WIB
    Meskipun Membaik, Pemulihan Ekonomi Jepang Masih Panjang
    Ekonomi Jepang. Foto : AFP.
    Tokyo: Ekonomi Jepang tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 21,4 persen pada kuartal terakhir. Pemulihan ini akibat guncangan pandemi yang didorong oleh belanja swasta dan ekspor. Secara triwulanan, ekonomi Jepang tumbuh lima persen dan sudah berhasil menjauhi angka minus dalam dua kuartal sebelumnya.

    Dikutip dari Channel News Asia, Senin, 16 November 2020, data menunjukkan peningkatan konsumsi swasta, pendorong utama pertumbuhan, dan ekspor, termasuk kendaraan dan suku cadang mobil. Meskipun ada perbaikan, analis memperingatkan itu tidak akan cukup untuk menandai kembalinya normal.

    Berita bahwa ekonomi kembali tumbuh pada periode Juli hingga September membuat  harga saham lebih tinggi di Tokyo. Sekitar satu jam setelah pasar dibuka, indeks Nikkei 225 naik 1,6 persen.

    Jepang, seperti negara-negara lain di dunia, mengalami perlambatan yang diakibatkan oleh penutupan bisnis, penurunan pariwisata dan perjalanan, serta langkah-langkah jarak sosial untuk covid-19.

    "Perekonomian Jepang untuk Juli-September 2020 masih dalam situasi yang parah karena covid-19, tetapi menunjukkan pergerakan meningkat di akhir kuartal," kata pemerintah dalam sebuah pernyataan.

    Penurunan awal tahun ini adalah yang terburuk dalam catatan pemerintah, setidaknya sejak 1980. Laporan media Jepang menggolongkannya sebagai yang terburuk sejak Perang Dunia II.

    Kepala Ekonom di SMBC Nikko Securities Junichi Makino mengatakan data PDB mencerminkan pemulihan di tengah jalan yang diperkirakan akan berlanjut secara bertahap.

    “Pendorong pertumbuhan akan bergeser ke sektor jasa,” kata Makino dalam laporannya baru-baru ini, menekankan pertumbuhan konsumsi di sektor tersebut cenderung moderat, dibandingkan konsumsi barang.

    “Momentum pertumbuhan ekonomi makro diperkirakan melambat,” ujarnya.

    Jepang tidak pernah mengunci total tetapi sebagian besar pariwisata masih lesu. Banyak toko dan restoran masih buka, dan sebagian besar sekolah dan kantor pemerintah tetap beroperasi seperti biasa. Meskipun sektor swasta telah melakukan upaya luas untuk bekerja jarak jauh. Beberapa distrik perbelanjaan penuh sesak meskipun hampir semua orang memakai masker.

    Pemerintahan Perdana Menteri Yoshihide Suga telah mencoba untuk menyeimbangkan kebutuhan untuk membatasi penyebaran infeksi dengan menjaga perekonomian tetap berjalan.  

    Hal itu telah memicu beberapa kritik atas kebijakan seperti "Kampanye GoTo" pemerintah tentang diskon untuk perjalanan domestik yang diyakini beberapa orang telah menyebabkan melonjaknya kasus di daerah pedesaan, seperti di pulau utama utara Hokkaido.

    Jepang memiliki kurang dari 2.000 kematian terkait dengan covid-19. Beberapa perusahaan telah tenggelam dalam kerugian, sebagian besar terkait dengan perjalanan dan ekspor. Yang lain seperti Nintendo Co. telah bertahan relatif baik, karena orang-orang yang tinggal di rumah beralih ke video game.


    (SAW)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id