Gangguan Pasokan Picu Harga Minyak Dunia Melonjak

    Antara - 18 Februari 2021 08:04 WIB
    Gangguan Pasokan Picu Harga Minyak Dunia Melonjak
    Ilustrasi. FOTO: AFP


    New York: Harga minyak dunia melonjak lagi pada akhir perdagangan Rabu waktu setempat (Kamis WIB). Suhu Texas yang dingin menutup produksi di seluruh negara bagian penghasil minyak mentah terbesar AS, dengan cuaca dingin yang tidak biasa diperkirakan menghambat produksi selama berhari-hari atau bahkan berminggu-minggu.

    Mengutip Antara, Kamis, 18 Februari 2021, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman April ditutup USD64,34 per barel, naik 99 sen atau 1,6 persen. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Maret menetap di USD61,14 per barel, terangkat USD1,09 atau 1,8 persen. Kedua acuan berada di level tertinggi sejak Januari tahun lalu.


    Minyak telah didukung oleh pembatasan pasokan OPEC+, pemotongan pasokan tambahan Arab Saudi, dan harapan kebangkitan kembali permintaan karena vaksinasi covid-19. Cuaca dingin bersejarah sejak akhir pekan di Texas, yang memasok sebagian besar minyak mentah AS dan merupakan bagian dari pusat penyulingan utama AS, telah mendorong harga lebih tinggi.

    "Ini baru saja membawa kami ke tingkat berikutnya. Minyak mentah WTI mungkin akan mencapai maksimal mendekati USD65," kata Direktur Energi Berjangka Mizuho Bob Yawger, di New York.

    Cuaca beku mendalam di AS telah menutup sekitar satu juta barel produksi per hari dan diperkirakan akan mengganggu produksi selama beberapa hari jika tidak berminggu-minggu, kata pakar industri, karena kepala sumur telah membeku dan jaringan pipa telah ditutup.

    "Setidaknya seperlima dari produksi penyulingan AS telah dihentikan, yang memperlemah permintaan minyak mentah pada saat yang sama produksi sedang turun," kata John Kilduff, mitra di Again Capital di New York.

    “Ada sedikit tarik-ulur yang terjadi karena meskipun pasokan telah ditutup, penyulingan juga sedang turun sehingga tidak banyak yang meminta,” tambah Kilduff.

    Tidak seperti badai yang dapat dengan hebat menyerang operasi minyak Gulf Coast AS, Kilduff mengatakan dia tidak memperkirakan kerusakan infrastruktur dari suhu beku. "Ini semua akan mencair dan segalanya akan meningkat lebih cepat," katanya.

    Dalam sebuah pernyataan yang membantu meredakan kekhawatiran bahwa OPEC dan produsen minyak sekutunya akan mengumumkan rencana untuk meningkatkan produksi setelah pertemuan bulan depan, Menteri Energi Arab Saudi Pangeran Abdulaziz bin Salman mengatakan masih terlalu dini untuk menyatakan kemenangan melawan virus covid-19.

    "Dan produsen minyak harus tetap sangat berhati-hati," tuturnya.

    Lingkungan harga yang lebih kuat telah memberi perhatian lebih pada OPEC+, yang mengelompokkan OPEC, Rusia, dan produsen-produsen sekutu. Mereka akan bertemu untuk menetapkan kebijakan pada 4 Maret. Sumber OPEC mengatakan kelompok produsen itu kemungkinan akan mengurangi pembatasan pasokan setelah April karena pemulihan harga.

    Data American Petroleum Institute (API) menunjukkan stok minyak mentah AS turun 5,8 juta barel dalam sepekan hingga 12 Februari menjadi sekitar 468 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis dalam jajak pendapat untuk penarikan 2,4 juta barel.

    (ABD)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id